Baznas atau Bazis DKI Jakarta kembali membuka kesempatan bagi para penghafal Al-Quran untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Pendaftaran program Bedah Rumah Hafiz Quran ini dibuka mulai 25 Februari hingga 8 Maret 2026 mendatang.
Menurut MH Bahaudin, Pimpinan Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Baznas/Bazis DKI, target awal program tahun ini adalah 20 unit rumah. "Masih bisa bertambah jika antusiasme warga tinggi," ujarnya saat dihubungi Jumat lalu.
Namun begitu, tentu ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Calon penerima, baik hafiz maupun hafizah, minimal harus menghafal lima juz. Mereka perlu melengkapi dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, surat keterangan tidak mampu, serta bukti kepemilikan tanah. Yang tak kalah penting, rumah yang ditempati memang masuk kategori tidak layak huni.
"Pendaftarannya lewat website kami, baznasbazisdki.id/daftarbedahrumah-hafizquran," jelas Bahaudin. Sertifikat hafalan, jika ada, juga bisa dilampirkan.
Seleksi tahap pertama, yaitu tes hafalan, rencananya digelar pada 14 Maret 2026. Nantinya, bagi yang lolos, tim akan turun langsung ke lokasi untuk menilai kondisi fisik rumah. Penilaian ini menentukan bentuk bantuan yang diberikan.
Bahaudin memaparkan, standar yang dipakai mengacu pada aturan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI. "Kami memakai spesifikasi dari Renstra mereka tentang Standardisasi Rumah Layak Huni, yang harus memenuhi aspek keselamatan dan kesehatan," jelasnya.
Pada dasarnya, bantuan terbagi dua: renovasi sebagian atau bangun total. Pelaksanaan pekerjaan direncanakan dimulai setelah masa cuti bersama Lebaran, dengan durasi pengerjaan sekitar tiga minggu per rumah.
Soal anggaran, kisaran nilainya cukup bervariasi. "Pagu anggaran setiap rumah berkisar Rp30 hingga Rp55 juta," tutur Bahaudin.
Ini merupakan kali ketiga program serupa digelar. Catatannya, pada 2024 sebanyak 10 rumah berhasil direnovasi. Angka itu kemudian naik menjadi 12 rumah di tahun 2025. "Tahun lalu, bedah rumah hafiz Quran berjumlah 12 rumah, dengan minimal hafalan 10 juz," ujar Bahaudin membandingkan.
Di sisi lain, Bahaudin menyelipkan apresiasi mendalam. Menurutnya, perjuangan para penghafal Quran di tengah keterbatasan ekonomi dan tempat tinggal patut diacungi jempol. Semangat mereka, terlebih di bulan Ramadhan, tidak luntur oleh kondisi yang serba sulit.
Program ini, diharapkannya, bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan. "Juga diharapkan berdampak dalam mengatasi masalah kesehatan dan keselamatan bagi mereka yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kategori tidak layak huni," ungkapnya. Dampaknya, diharapkan bisa lebih luas dari sekadar tembok dan atap.
Artikel Terkait
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Lolos ke Final Indonesia Open 2026 Usai Kalahkan Sabar/Reza
Menteri Dalam Negeri Pakistan Tiba di Iran untuk Mediasi Perundingan AS-Iran
Kecelakaan Maut di Tol Pekanbaru-Dumai, Lima Tewas Usai Minibus Tabrak Dump Truk
Malom Minggu De Benuanta Disulap Jadi Panggung Kampanye Road to FIFA World Cup, Dorong UMKM dan Pariwisata Kaltara