MILAN Hanya setahun setelah kedatangannya yang gegap gempita, masa depan Pervis Estupinan di AC Milan sudah di ujung tanduk. Manajemen klub, seperti dilaporkan sejumlah media Italia, konon sudah siap melepas sang bek kiri pada bursa musim panas nanti. Tujuannya jelas: meminimalisir kerugian.
Estupinan dulu didatangkan dari Brighton dengan beban berat: menggantikan Theo Hernandez. Sayangnya, ekspektasi tinggi itu tak kunjung terbayar. Perannya di skuad Rossoneri terasa mentok, jauh dari kata mulus.
Menurut laporan CalcioMercato yang dikutip MilanNews, keputusan untuk menjualnya sudah bulat. Adaptasinya terhadap sistem permainan pelatih Massimiliano Allegri dianggap lambat, bahkan cenderung gagal. Perlahan-lahan, posisinya tergerus. Yang lebih menyakitkan, ancaman justru datang dari dalam rumah sendiri.
Bek muda produk akademi, Davide Bartesaghi, mulai merebut kepercayaan. Situasi itu membuat menit bermain Estupinan makin terbatas. Statistiknya sepanjang musim ini pun terlihat suram: 16 penampilan di semua kompetisi, cuma 10 kali jadi starter, tanpa satu gol pun dan cuma satu assist.
Dengan catatan seperti itu, wajar jika namanya masuk daftar jual. Igli Tare dan Giorgio Furlani, sang direktur olahraga dan CEO, dikabarkan sudah menyiapkan patokan harga. Mereka tak mau rugi besar.
Mengingat Milan dulu menggelontorkan 17 juta euro plus bonus untuk memboyongnya dari Inggris, mereka kini berharap bisa menarik minimal 14 juta euro. Setara dengan sekitar Rp 277 miliar, angka itu dianggap sebagai batas aman agar pembukuan klub tidak jebol.
Lalu, adakah harapan untuk menaikkan harga jual? Manajemen Milan rupanya menyematkannya pada satu event besar: Piala Dunia 2026. Estupinan akan membela Ekuador yang satu grup dengan Jerman, Pantai Gading, dan Curacao. Performa gemilang di panggung dunia itu bisa menjadi magnet bagi klub-klub lain.
Reputasinya di Liga Spanyol dan Inggris sebenarnya masih cukup bagus, berkat masa lalunya bersama Villarreal dan Brighton. Minat dari kedua liga itu diharapkan bisa bangkit lagi.
Meski ada kabar ketertarikan dari Bologna, Milan dikabarkan lebih memilih menjualnya ke luar Italia. Opsi transfer internasional dinilai lebih masuk akal, baik secara strategis maupun finansial. Keputusan ini sekaligus jadi sinyal tegas: Milan sedang serius merapikan skuad dan menjaga neraca keuangannya sebelum musim baru bergulir.
Artikel Terkait
Arsenal Gagal Raih Gelar Liga Champions Usai Kalah Adu Penalti dari PSG
Fajar/Fikri Kalahkan Wakil China, Tantang Unggulan India di Final Singapore Open 2026
PSG Juara Liga Champions Usai Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti, Luis Enrique: Kami Pantas Menang
Daisuke Sato Buka Suara soal Sanksi FIFA ke Persib Bandung: Ini Murni Persoalan Profesional