Wamendagri Bima Arya Dorong Generasi Muda Asah Kapasitas Diri Sambut Bonus Demografi Indonesia Emas 2045

- Minggu, 31 Mei 2026 | 10:05 WIB
Wamendagri Bima Arya Dorong Generasi Muda Asah Kapasitas Diri Sambut Bonus Demografi Indonesia Emas 2045

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyerukan kepada generasi muda untuk terus mengasah kualitas dan kapasitas diri sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045. Seruan ini disampaikan di tengah optimisme berbagai lembaga internasional yang memproyeksikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada masa mendatang.

Dalam pandangan Bima, keberadaan sumber daya manusia yang unggul menjadi faktor krusial untuk mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan kelompok lansia dan anak-anak. Namun, ia mengingatkan bahwa momentum ini tidak akan berlangsung selamanya.

“Saat ini kita tengah mendapatkan bonus demografi [yaitu] ketika [usia] yang produktif lebih banyak daripada lansia dan anak-anak. Tapi, bonus demografi ini enggak selamanya,” jelas Bima dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).

Pernyataan itu ia sampaikan saat memberikan keynote speech pada Kongres IV Blok Pelajar Politik Merdeka yang digelar di Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Narkotika Nasional, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/5). Dalam forum tersebut, Bima mengingatkan para pelajar agar tidak terjebak dalam kebingungan menentukan masa depan. Menurutnya, generasi muda harus mampu menyelesaikan persoalan dalam dirinya sendiri serta memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas agar potensi yang dimiliki dapat dimaksimalkan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kualitas generasi muda tidak hanya diukur dari kemampuan individu, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, generasi muda perlu tumbuh menjadi pribadi yang aktif, peka terhadap berbagai persoalan sosial, serta mampu menghadirkan solusi melalui kerja sama dan kolaborasi lintas sektor.

“Ingat kata-kata saya. Masa depan akan dimiliki orang-orang yang terampil untuk menggunakan jejaring dan berkolaborasi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bima juga mendorong para pelajar untuk terus memperkuat kompetensi dan memperluas wawasan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Menurutnya, generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia sekaligus tetap menjaga semangat kebangsaan.

Pada kesempatan itu, ia turut mengingatkan pentingnya memanfaatkan setiap momentum untuk mengembangkan diri. Bima menilai keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki seseorang, melainkan juga oleh kemauan untuk terus belajar, bergerak, dan mengambil peluang yang ada.

“Semua tokoh-tokoh besar adalah orang-orang yang hebat memanfaatkan momentum. Semua politisi, ilmuwan, pengusaha, itu mereka paham momentum,” tandasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar