Wacana redenominasi rupiah kembali mencuat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memasukkannya dalam agenda prioritas. Kebijakan penyederhanaan digit mata uang ini direncanakan masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah yang ditargetkan selesai pada 2027.
Apa Itu Redenominasi Rupiah?
Redenominasi adalah penyederhanaan nilai nominal mata uang tanpa mengurangi daya belinya. Misalnya, uang Rp 10.000 akan berubah menjadi Rp 10. Nilai uang tetap sama, hanya penulisannya yang lebih sederhana. Kebijakan ini bertujuan menyederhanakan transaksi dan memperkuat persepsi terhadap nilai rupiah.
Sejarah Penolakan Redenominasi oleh MK
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan kebijakan redenominasi yang diajukan oleh advokat Zico Leonardo Djagardo Simanjuntak. MK menilai kebijakan ini memerlukan kajian strategis dan harus diatur melalui undang-undang, bukan melalui perubahan penafsiran atas undang-undang yang ada.
Manfaat Redenominasi bagi Perekonomian
Menurut para ahli, redenominasi rupiah memiliki beberapa keuntungan, antara lain:
- Memperkuat martabat rupiah di kancah internasional
- Menyederhanakan pencatatan transaksi keuangan
- Meningkatkan stabilitas nilai tukar
- Mempermudah transaksi digital dengan angka yang lebih sederhana
Tantangan dan Dampak Negatif Redenominasi
Meski memiliki banyak manfaat, implementasi redenominasi juga menghadapi beberapa tantangan:
- Potensi inflasi jangka pendek selama masa transisi
- Kecenderungan pembulatan harga ke atas
- Psikologi masyarakat yang merasa kehilangan nilai aset
- Kebutuhan sosialisasi yang masif dan komprehensif
Dengan rencana yang matang dan persiapan yang baik, redenominasi rupiah diharapkan dapat membawa manfaat jangka panjang bagi perekonomian Indonesia, meski proses implementasinya memerlukan pendekatan yang hati-hati dan bertahap.
Artikel Terkait
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil
IHSG Diproyeksi Bergerak Tak Menentu, Terjepit Sentimen Lokal dan Global
IHSG Melonjak 1,03% di Awal Pekan, Mayoritas Sektor Berada di Zona Hijau