Edhie Baskoro Yudhoyono, atau yang akrab disapa Ibas, baru-baru ini menyambangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kawu, Kabupaten Ngawi. Kunjungan Wakil Ketua MPR RI ini bukan sekadar seremonial belaka. Ia datang untuk melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana fasilitas ini beroperasi, terutama di bulan Ramadan. Mulai dari kesiapan sarana, alur kerja, sampai proses penyiapan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah, diamatinya dengan saksama.
Menurut Ibas, program seperti ini harus tetap jalan optimal, transparan, dan kualitasnya terjaga tidak peduli sedang bulan puasa atau tidak. Ia ingin memastikan anak-anak tetap dapat asupan gizi yang cukup, tanpa ada pengurangan porsi atau mutu.
“Saya hadir langsung untuk memastikan bahwa program pemenuhan gizi benar-benar berjalan dengan baik di lapangan, terutama di bulan Ramadan,” ujar Ibas, Jumat lalu.
“Kebutuhan gizi anak-anak harus tetap terpenuhi.”
Di lokasi, Ibas berbincang cukup lama dengan Kepala SPPG Kawu, Agus Wijayanto, beserta staf. Ia mendengarkan langsung berbagai cerita, baik kemudahan yang dirasakan maupun kendala yang kerap menghadang dalam menjalankan program ini sehari-hari.
Ia lalu berkeliling, menelusuri setiap tahapan operasional. Penerimaan bahan baku, proses sortir, pengolahan di dapur, hingga penyajian menu khusus Ramadan semuanya ia periksa. Di area dapur, perhatiannya tertuju pada proses penyortiran bahan makanan. Ia menekankan, kualitas dan kebersihan bahan baku adalah hal yang mutlak.
“Kalau ada bahan yang nggak segar atau nggak layak, ya jangan dipakai,” imbau Ibas.
“Semua harus higienis dan fresh.”
Bagi Ibas, program pemenuhan gizi ini adalah contoh kebijakan pemerintah yang manfaatnya langsung terasa. Ini bukan cuma soal memberi makan gratis, tapi lebih dari itu: memastikan keseimbangan gizi agar anak-anak bisa tumbuh jadi generasi sehat dan unggul. Keberadaan SPPG, dalam pandangannya, adalah investasi penting untuk membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Namun begitu, ia juga mengingatkan soal integritas. Pelaksanaannya harus jujur, tanpa kecurangan, karena yang dipertaruhkan adalah masa depan anak-anak Indonesia.
“Program ini harus dilaksanakan dengan baik dan jujur. Tidak boleh ada main-main,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi tinggi pada para pekerja SPPG yang telah bekerja keras dan disiplin, menjaga setiap porsi makanan sesuai standar gizi yang ditetapkan. Sebagai wakil rakyat di pusat, Ibas menegaskan komitmennya untuk mengawal keberlanjutan program semacam ini.
“Kami di pusat akan terus mendorong agar program berjalan sebaik-baiknya dan manfaatnya benar-benar nyata untuk masyarakat,” katanya.
Melalui kunjungan ini, harapannya jelas: SPPG Ngawi bisa jadi contoh yang profesional dan akuntabel. Sebuah model layanan gizi yang berkelanjutan, untuk mendukung lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Empat Pelaku Pencurian Isi Rumah Kosong di Simalungun yang Ditinggal Pemilik Selama 7 Tahun
Masa Depan Nico Paz di Tangan Real Madrid, Como Hanya Bisa Menanti
Warga Lansia di Samosir Kehilangan Uang dan Perhiasan Usai Ditipu Teman yang Pura-Pura Jadi Dukun
Presiden Prabowo Makan Siang Bersama Siswa Sekolah Rakyat di Bali, Tunjukkan Kedekatan dengan Rakyat