Keluarga Ammar Zoni Tantang Dirjen PAS: Buktikan Komunikasi Tak Dibatasi!

- Kamis, 04 Desember 2025 | 23:20 WIB
Keluarga Ammar Zoni Tantang Dirjen PAS: Buktikan Komunikasi Tak Dibatasi!

Keluarga Ammar Zoni Bantah Klaim Dirjen PAS: "Komunikasi Dibatasi Total"

Rasa kecewa jelas terlihat dari wajah keluarga Ammar Zoni usai sidang. Permohonan menghadirkan langsung Ammar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ditolak mentah-mentah oleh Ditjen Pemasyarakatan. Bahkan, majelis hakim yang memimpin sidang kasus narkoba itu dikabarkan ikut kesal dengan penolakan tersebut.

Alasannya? Ditjen PAS menilai Ammar sebagai tahanan berisiko tinggi. Tapi di sisi lain, mereka bersikukuh tak pernah membatasi akses komunikasi bagi Ammar selama di Nusakambangan.

Klaim itulah yang justru dibantah habis-habisan.

Dokter Kamelia, sang kekasih, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, sudah dua minggu keluarga dan kuasa hukum sama sekali tak mendapat kabar dari Ammar. Padahal, hak untuk berkomunikasi dengan penasihat hukum adalah hal paling mendasar bagi seorang terdakwa.

"Kan Dirjennya bilang komunikasi nggak ada dibatasi. Dari dua minggu yang lalu tidak ada telefon dari Bang Ammar. Bukan ke saya, kalau ke saya kan bukan hak, ke PH-nya (Penasihat Hukum) aja tidak ada,"

Kamelia menyampaikan itu di depan pengadilan, Kamis lalu. Suaranya tegas, penuh tanda tanya.

Ia melanjutkan, bahkan hingga detik-detik jelang persidangan, tidak ada kontak sama sekali. Lalu bagaimana mungkin pihak Nusakambangan bisa berkata lain? "Sampai detik hari ini mau sidang, tidak ada hubungan sama sekali dari pihak NK ke Om Jon. Jadi bagaimana bisa dikatakan tidak membatasi komunikasi?" tanyanya lagi. "Jadi di mana? Orang dari dua minggu tidak ada kok dari NK."

Rupanya, keluhan ini bukan hanya dialami oleh tim kuasa hukum Ammar. Kamelia mengungkapkan, setidaknya lima terdakwa lain dalam kasus serupa juga mengalami hal yang persis. Penasihat hukum mereka pun dikatakan tak dihubungi untuk koordinasi persidangan.

"Pihak lima terdakwa itu pun saya tanya dengan PH-nya, ada dihubungin nggak untuk persidangan ini? Nggak ada sama sekali,"

Jelas sudah. Sekarang, tantangannya ada di pihak Ditjen PAS. Kamelia meminta mereka membuktikan pernyataan soal akses komunikasi yang bebas itu. Ia tak butuh janji, tapi bukti.

"Kalau memberikan statement itu yang benar gitu. Kalau emang bisa komunikasi secara bebas sama keluarga, ya lakukanlah. Sekarang mana? Nggak ada komunikasi. Nggak usah ke keluarga lah, ke PH aja dulu,"

Pungkasnya. Permintaan yang sederhana, tapi bagi keluarga yang merindukan keadilan, ini berarti segalanya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar