Belanja Akhir Tahun 2025 Tetap Bergairah, Tapi Waspada Inflasi Jelang Ramadan

- Senin, 12 Januari 2026 | 21:10 WIB
Belanja Akhir Tahun 2025 Tetap Bergairah, Tapi Waspada Inflasi Jelang Ramadan

Nampaknya semangat belanja di akhir tahun 2025 masih cukup kuat. Menurut proyeksi terbaru, Indeks Penjualan Riil (IPR) untuk bulan Desember diprediksi tumbuh 4,4% secara tahunan. Angka ini menunjukkan ritme positif yang masih terjaga.

Kalau dilihat dari bulan ke bulan, pertumbuhannya bahkan lebih menggembirakan. Dibanding November, penjualan eceran Desember diperkirakan melonjak 4,0%. Padahal, bulan sebelumnya 'hanya' tumbuh 1,5%. Lonjakan ini, seperti diungkapkan Bank Indonesia, didorong oleh beberapa sektor kunci.

Nah, kelompok barang apa saja yang jadi penyokong? Ternyata, suku cadang dan aksesori kendaraan masih jadi andalan. Diikuti oleh penjualan di kategori makanan, minuman, tembakau, serta barang-barang budaya dan rekreasi. Bahan bakar kendaraan bermotor juga ikut menyumbang. Wajar sih, momen Natal dan Tahun Baru selalu jadi pendongkrak permintaan. Orang ramai belanja kebutuhan pesta, bepergian, atau sekadar refreshing.

Sebelumnya, di bulan November, kinerja sebenarnya sudah bagus. IPR saat itu tercatat naik 6,3% secara tahunan, jauh lebih tinggi dari Oktober. Pendorongnya mirip: suku cadang, kebutuhan sehari-hari, dan barang rekreasi.

Namun begitu, ada hal lain yang perlu dicermati: soal harga.

Tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan, khususnya sekitar Februari 2026, diprakirakan bakal meningkat. Indikatornya, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk bulan itu tercatat 168,6, naik dari posisi sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan antisipasi harga yang biasa terjadi jelang bulan Ramadan.

Di sisi lain, ada secercah kabar baik untuk jangka menengah. Untuk enam bulan ke depan, tepatnya di Mei 2026, ekspektasi harga justru diproyeksikan mereda. IEH-nya turun ke level 154,5. Artinya, masyarakat dan pelaku usaha bisa sedikit bernapas lega karena tekanan harga diperkirakan akan berkurang nantinya.

Jadi, secara garis besar, konsumsi domestik di penghujung tahun lalu masih solid. Meski di depan ada bayangan kenaikan harga jangka pendek, prospek ke depannya justru terlihat lebih stabil.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar