Aurelie Moeremans Buka Luka Lama: Kisah Grooming di Balik Buku Broken Strings

- Senin, 12 Januari 2026 | 21:25 WIB
Aurelie Moeremans Buka Luka Lama: Kisah Grooming di Balik Buku Broken Strings

Bagi Aurelie Moeremans, menulis buku terbarunya bukan perkara mudah. Butuh keberanian luar biasa untuk membuka lembaran kelam masa lalu. Lewat buku berjudul Broken Strings, aktris 32 tahun itu akhirnya bercerita. Ia mengungkap pengalaman pahit sebagai korban grooming sebuah praktik manipulatif orang dewasa terhadap remaja yang dialaminya saat masih berusia 15 tahun.

Potongan kisah itu ia bagi lewat Instagram pribadinya, Minggu lalu.

"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku digrooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku,"
"Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri. Ditulis tanpa romantisasi, dari sudut pandang korban,"

Ungkapannya langsung menyentuh banyak pihak. Isu grooming selama ini memang sering dianggap tabu, jarang dibicarakan terang-terangan. Nah, kehadiran buku Aurelie ini dianggap bisa jadi sarana edukasi. Sebuah pengingat tentang ancaman eksploitasi psikologis yang mengintai anak-anak dan remaja. Agar lebih mudah diakses, versi digitalnya bahkan bisa diunduh gratis.

Di balik proses penulisan yang sarat emosi, dukungan penuh datang dari keluarganya. Tyler Bigenho, suaminya, disebut Aurelie sebagai sosok kunci yang mendorongnya menyelesaikan memoar ini.

"Banyak yang bilang terima kasih karena aku nulis buku ini, tapi sebenernya aku juga harus bilang makasih ke suamiku. Dia yang dari awal percaya ceritaku bisa jadi sesuatu yang baik dan berarti buat banyak gadis muda lainnya,"

Katanya. Dukungan itulah yang memberinya kekuatan untuk menuliskan segalanya.

Tak butuh waktu lama, buku itu langsung ramai diperbincangkan. Bukan cuma karena isunya yang sensitif, tapi juga karena publik mulai menyoroti sosok yang diduga terlibat.

Nama artis senior Roby Tremonti kini mencuat. Ia dikait-kaitkan dengan isi memoar Aurelie. Dalam bukunya, Aurelie memang menyebut nama “Bobby” bukan nama sebenarnya sebagai pria 29 tahun yang ia temui di lokasi syuting iklan. Pertemuan itulah yang menjadi awal dari rangkaian manipulasi yang ia alami.

Aurelie menggambarkan bagaimana Bobby perlahan-lahan menjauhkannya dari kenyataan. Usia mereka yang terpaut lebih dari sepuluh tahun memberi ruang untuk kontrol yang kuat, mulai dari cara berpakaian hingga membatasi komunikasi dengan dunia luar. Narasi itulah yang memicu keingintahuan banyak orang. Siapa sebenarnya “Bobby” itu? Belakangan, spekulasi mengerucut pada sosok Roby Tremonti.

Meski begitu, Aurelie sendiri belum mengonfirmasi secara terbuka. Yang jelas, bukunya telah membuka percakapan penting. Sebuah pembicaraan yang sudah seharusnya tidak lagi disembunyikan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar