Malam Minggu Berdarah di Cilebut: Dikeroyok, Motor Tercebur, Ponsel Direnggut

- Senin, 12 Januari 2026 | 00:55 WIB
Malam Minggu Berdarah di Cilebut: Dikeroyok, Motor Tercebur, Ponsel Direnggut

Malam Minggu di Jalan Raya Cilebut, Bogor, berubah jadi mimpi buruk bagi Muhamad Jidan. Ia dikeroyok sekelompok pengendara motor. Tak cuma babak belur, motornya pun tercebur ke dalam lubang galian proyek di pinggir jalan.

Motor itu terlihat terbalik, posisi rodanya menghadap langit malam. Dalam pantauan di lokasi, kondisi kendaraan itu benar-benar mengenaskan terperosok dalam lubang utilitas yang cukup dalam.

“Iya, jadi kan ada rombongan (konvoi motor) lewat tadi di sini, kirain ada apa ya, terus tiba-tiba digebugin. Saya digebuginnya di sini, saya jatuh ke bawah, ke lubang,” ujar Jidan, menceritakan awal mula kejadian.

“Terus motor saya angkat, saya digebugin lagi,” tambahnya, masih terdengar terguncang.

Menurut pengakuannya, semua berlangsung cepat dan tiba-tiba. Ia baru saja menjemput teman di Stasiun Cilebut dan sedang dalam perjalanan pulang ke Leuwiliang. Tiba-tiba saja, rombongan motor yang berpapasan langsung menyergapnya.

“Saya lagi lewat nggak tahu apa-apa, terus tiba-tiba digebugin aja. Pokoknya luka di tangan, di sini,” katanya sambil menunjuk wajahnya, “kepala juga kena.”

Petugas yang datang kemudian berusaha mengevakuasi motornya. Dengan susah payah, mereka mengangkat kendaraan itu menggunakan kayu.

Namun, pukulan dan jatuh ke lubang bukanlah akhir dari terornya. Jidan mengaku ponselnya juga direnggut paksa oleh salah satu pelaku. Awalnya, pelaku itu pura-pura ingin melihat galeri foto di dalam ponselnya.

“Saya lihatin, tiba-tiba diambil terus saya digebugin lagi. Rombongannya langsung pergi ke arah Cilebut,” jelas Jidan.

Menurut sejumlah saksi, keributan ini rupanya punya latar yang lebih luas. Syafik, seorang pedagang di lokasi, menyebut kelompok motor itu sempat berhenti di depan lapaknya. Mereka terlihat mengejek rombongan lain yang diduga pendukung klub sepak bola saingan.

“(Kejadiannya) kira-kira habis Isya, jam setengah delapan lebih. Mereka ngetem dulu sini, ngejek-ngejek yang lewat jalur bawah,” kata Syafik.

“Begitu ada TNI dan polisi datang, mereka langsung kabur,” imbuhnya.

Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi, membenarkan adanya laporan kericuhan yang melibatkan pendukung sepak bola di beberapa titik malam itu. Namun, situasi dikatakannya sudah reda dengan cepat.

“Kita datang ke sana sudah nggak ada, sudah bubar. Kejadiannya cuma sekilas,” kata Doddy.

“Mereka tadi konvoi pulang nobar (nonton bareng). Sampai saat ini belum ada laporan resmi dan belum ada yang diamankan,” pungkasnya menambahkan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar