Di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/4) lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tampak sumringah. Ada kabar baik yang ia sampaikan: minat warga Jakarta naik pesat terhadap transportasi umum. Angkanya cukup mencengangkan, lho. Sepanjang triwulan pertama tahun 2026 saja, sudah tercatat 112 juta penumpang yang memilih naik angkutan publik.
"Yang menggembirakan adalah kampanye penggunaan transportasi umum kita direspons sangat positif," ujar Pramono.
"Di triwulan pertama sudah mencapai 112 juta penumpang."
Menurutnya, lonjakan ini bukan tanpa alasan. Pramono menilai perbaikan layanan dan yang terutama, integrasi antar moda, punya peran besar. Ia menyebut konektivitas jaringan transportasi umum di Jakarta kini sudah menyentuh angka sekitar 93%.
"Konektivitas kita sudah 93%," jelasnya.
"Ini membuat transportasi umum menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat."
Namun begitu, capaian ini bukan akhir perjalanan. Justru ia dilihat sebagai sinyal positif sekaligus tantangan berat bagi Pemprov DKI. Tujuannya jelas: mendongkrak kualitas layanan terus-menerus agar makin banyak orang meninggalkan kendaraan pribadinya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi berjanji tak akan berhenti mendorong kebijakan pro-transportasi umum. Strateginya beragam, mulai dari kampanye masif hingga kebijakan yang mendorong efisiensi energi.
"Kami akan terus dorong agar masyarakat beralih ke transportasi umum, termasuk dengan berbagai kebijakan yang mendukung efisiensi penggunaan BBM," tegas Pramono.
Ada manfaat lain yang tak kalah penting. Peningkatan ini ternyata punya dampak riil bagi kota. Selain membantu mengurangi kemacetan, tentu saja, juga berkontribusi pada penurunan emisi dan penghematan energi. Sebuah langkah yang cukup krusial di tengah ketidakpastian global dan ancaman dampak El Nino yang mengintai.
Artikel Terkait
Gedung Putih Pastikan Wapres AS Pimpin Delegasi ke Pakistan untuk Bicara dengan Iran
Trump Unggah Gambar AI Dirinya Serupa Yesus, Kian Panaskan Ketegangan dengan Vatikan
Mentan Klaim Stok Beras 4,9 Juta Ton Siap Hadapi El Nino 2026
Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar Mulai 1 Juli 2026