Stok pangan nasional diklaim dalam kondisi aman. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sebagai persiapan menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprakirakan mulai melanda Indonesia pada April 2026 mendatang.
Meski ancaman cuaca ekstrem itu disebut bakal bertahan lama, sekitar enam bulan, pemerintah meyakini kita sudah siap. Kuncinya ada di ketersediaan beras.
“El Nino Godzilla diprediksikan bertahan selama enam bulan, namun stok beras kita per hari ini ada sebanyak 4,9 juta ton yang diprediksi dapat memenuhi kebutuhan selama 11 bulan. Aman,” tegas Amran.
Pernyataan itu dia sampaikan saat berkunjung ke Gudang Bulog Banjar Kemantren di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026).
Lalu, bagaimana dengan bahan pangan lain? Menurut penjelasan Mentan, sektor industri makanan, hotel, restoran, dan kafe (horeka) punya cadangan sekitar 12,5 juta ton. Belum lagi ada hasil tanaman yang masih tumbuh di lahan atau standing crop, yang jumlahnya mencapai 11 juta ton.
Yang menarik, stok beras ini diprediksi akan segera naik lagi. Amran menyebut angka lima juta ton kemungkinan besar akan tercapai paling lambat pertengahan minggu depan. Jika itu terwujud, ini akan jadi catatan sejarah.
“Dengan demikian, stok beras tersebut menjadi rekor tertinggi selama Republik Indonesia berdiri,” lanjutnya.
Kalau semua angka itu dijumlahkan, total ketersediaan pangan nasional bisa mencapai 28 juta ton lebih. Angka yang cukup besar.
“Artinya ketersediaan pangan nasional mencapai kurang lebih 28 juta ton, cukup untuk 11 bulan dan menghadapi dampak fenomena El Nino,” pungkas Amran menegaskan.
Artikel Terkait
Jusuf Kalla Dituding Picu Perpecahan, Padahal Rekam Jejaknya sebagai Juru Damai Tak Terbantahkan
Spanyol Desak Uni Eropa Putus Perjanjian Asosiasi dengan Israel
Program Makan Bergizi Gratis Diperkuat dengan Aplikasi Pengawasan Jaga Desa
Pemerintah Beli Minyak Mentah dari Rusia untuk Jaga Stabilitas Harga BBM