Polri Salurkan Bantuan untuk Petani Cikarang, Dukung Modernisasi Pertanian
Sabtu, 7 Maret 2026
Di tengah terik matahari Sabtu siang, suasana di Cikarang Pusat, Bekasi, terasa berbeda. Puluhan petani tampak berkumpul, menyambut kedatangan bantuan yang cukup berarti bagi kegiatan bertani mereka. Kepolisian Republik Indonesia menyalurkan sejumlah alat dan mesin pertanian, atau yang biasa disebut alsintan, langsung ke tangan para penggarap lahan.
Bantuan itu tak tanggung-tanggung. Ada empat unit hand tractor, empat unit pompa air, dan lima unit hand sprayer. Semuanya dibagikan untuk membantu meringankan kerja para petani setempat.
Namun begitu, bantuan tak berhenti di situ. Polri juga mendistribusikan bibit unggul dan pupuk berkualitas tinggi. Penerimanya adalah 215 petani yang tergabung dalam 44 kelompok tani binaan Polda Metro Jaya. Upaya ini, meski terlihat sederhana, diharapkan bisa memberi dampak nyata di lapangan.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo hadir langsung dalam acara Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026. Menurutnya, langkah ini adalah wujud nyata dukungan institusinya.
"Kami menyediakan dukungan pembiayaan melalui koperasi internal untuk kebutuhan bibit, pupuk, hingga alat mesin pertanian. Harapan kami, petani dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya,"
Bantuan alsintan ini disebutnya sebagai bagian dari upaya modernisasi sektor pertanian. Teknik bertani yang lebih modern, harapannya, bisa mendongkrak hasil panen secara signifikan. Tapi Dedi mengingatkan, ini bukan sekadar soal bagi-bagi alat.
"Dukungan fisik ini merupakan bagian kecil dari ekosistem besar yang sedang dibangun bersama. Terpenting, keterlibatan banyak pihak dalam memastikan alat-alat tersebut memberikan dampak ekonomi nyata bagi rumah tangga bapak dan ibu petani,"
Peran Polri, tegasnya, adalah sebagai fasilitator. Mereka ingin mendorong penguatan ekosistem produksi pangan dari hulu ke hilir. Dalam pandangannya, petani adalah ujung tombak negara untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan dan mandiri.
Sebelumnya, Dedi sudah membeberkan target ambisius. Pada kuartal I tahun ini saja, penanaman jagung secara nasional ditargetkan mencapai lebih dari 100 ribu hektare. Angka tahun lalu pun tak main-main: Polri berhasil menanam jagung seluas 661 ribu hektare dari target nasional 1 juta hektare.
"Pada 2026, kekurangan dari target 1 juta hektare tersebut akan terus kita upayakan terpenuhi," ujarnya penuh keyakinan.
Kalau target itu tercapai, potensi produksi jagung nasional bisa melesat. Bahkan diperkirakan mampu mencapai atau melampaui angka 4 juta ton. Sebuah jumlah yang fantastis.
Di sisi lain, program ini tidak hanya fokus pada jagung. Lahan yang dikelola juga dimanfaatkan untuk tanaman lain. Tujuannya jelas: mendukung ekosistem rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk memperluas cakupan, Polri pun menggandeng banyak pihak. Mulai dari perusahaan perkebunan, PTPN, Kementerian Kehutanan lewat program hutan sosial, hingga sektor swasta.
Kerja sama dengan perbankan juga tak dilupakan. Polri bekerja sama dengan Bank Himbara untuk mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi kelompok tani. Dukungan permodalan melalui koperasi internal Polri tetap berjalan, guna membantu segala kebutuhan dari bibit, pupuk, hingga mesin pertanian.
Semua langkah ini, pada akhirnya, bermuara pada satu harapan: kesejahteraan petani yang lebih baik dan ketahanan pangan yang lebih kuat. Hari itu di Cikarang, harapan itu terasa sedikit lebih dekat.
Artikel Terkait
Brimob Polda Metro Jaya Bersihkan Pasar Ciputat dan Saluran Air untuk Cegah Genangan
NAVI Mobile Legends Bungkam Geek Fam 2-0 Berkat Analisis Strategi Lawan
Polisi Masih Buru CCTV dan Pria Misterius Usai Wanita Lompat ke Jurang di Bogor
Dokter Bantah Mitos Anak Campak dan Cacar Tak Boleh Mandi: Justru Penting untuk Kebersihan Kulit