Gedung Putih Pastikan Wapres AS Pimpin Delegasi ke Pakistan untuk Bicara dengan Iran

- Senin, 20 April 2026 | 01:10 WIB
Gedung Putih Pastikan Wapres AS Pimpin Delegasi ke Pakistan untuk Bicara dengan Iran

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, ternyata akan memimpin delegasi AS untuk pembicaraan dengan Iran di Pakistan. Ini cukup mengejutkan, mengingat pernyataan sebelumnya dari Presiden Donald Trump yang justru menyatakan sebaliknya. Gedung Putih baru saja mengonfirmasi rencana perjalanan Vance, tak lama setelah Trump bilang sang wapres tak akan berangkat.

Menurut laporan AFP, Senin (20/4/2026), Trump awalnya mengumumkan akan mengirim negosiator ke Islamabad. Tujuannya, bertemu dengan perwakilan Teheran untuk membahas konflik di Timur Tengah yang masih memanas apalagi gencatan senjata yang ada tinggal hitungan hari.

Tapi, Trump dengan jelas menyatakan Vance tidak akan ikut. Alasannya? Soal keamanan. Vance memang memimpin putaran pembicaraan terakhir di Islamabad, yang sayangnya mentok tanpa hasil.

"Itu hanya karena masalah keamanan," kata Trump ke ABC News. "JD hebat."

Namun begitu, pernyataan itu langsung dikoreksi oleh Gedung Putih. Seorang pejabat yang enggan disebut namanya membenarkan bahwa Vance akan berangkat. Dia tidak sendiri. Steve Witkoff, utusan khusus, dan menantu Trump, Jared Kushner, juga akan hadir dalam pertemuan itu.

Ketiganya bukan wajah baru di meja perundingan. Mereka sudah hadir dalam pertemuan sebelumnya pada 11-12 April.

Latar belakangnya memang tegang. Sebelumnya, Trump menuduh Iran melakukan "pelanggaran total" terhadap gencatan senjata. Tuduhan itu muncul setelah serangan di Selat Hormuz. Trump bahkan tak segan mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran jika kesepakatan tak kunjung tercapai.

Lewat unggahan di Truth Social, dia menawarkan "kesepakatan yang masuk akal" pada Teheran. Tapi ancamannya keras: jika ditolak, AS akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran. Pesannya singkat dan keras: "Tidak ada lagi pria baik!"

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar