423 Tenaga Pendukung Haji Ikuti Bimtek Jelang Sambut Kloter Pertama di Madinah

- Senin, 20 April 2026 | 04:45 WIB
423 Tenaga Pendukung Haji Ikuti Bimtek Jelang Sambut Kloter Pertama di Madinah
Sebanyak 423 tenaga pendukung yang terdiri dari petugas mukimin dan mahasiswa mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sebagai bagian dari pemantapan tugas layanan haji bagi masyarakat Indonesia menjelang keberangkatan kloter pertama pada 22 April 2026 di Madinah. (Sumber: ANTARA/HO-Kemenhaj.)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Persiapan di Arab Saudi kian intens. Menjelang tibanya kloter pertama jemaah haji Indonesia, semua sistem layanan sedang dimatangkan. Tak cuma infrastruktur, tapi juga sumber daya manusianya.

Nah, salah satu fokus utama adalah memperkuat barisan tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Mereka inilah yang nantinya bakal terjun langsung, berhadapan dengan jemaah di lapangan.

Sebanyak 423 orang telah disiapkan. Mereka akan ditempatkan secara strategis, terutama di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan area bandara. Para petugas ini, yang berasal dari kalangan mukimin dan mahasiswa, baru saja menyelesaikan bimbingan teknis sebagai bekal utama sebelum bertugas.

Peran mereka bisa dibilang krusial. Kenapa? Karena merekalah yang pertama kali menyambut jemaah, mendampingi di sektor-sektor penugasan, hingga memberikan layanan khusus bagi jemaah lanjut usia. Mulai dari bandara sampai ke pemondokan, kehadiran mereka sangat vital.

Kepala Kanselerai KJRI Jeddah, Soeharyo Tri Sasongko, menegaskan hal ini.

"Tenaga pendukung ini menjadi ujung tombak di lapangan karena mereka langsung bersentuhan dengan jemaah, sehingga dituntut sigap, ramah, dan profesional dalam memberikan pelayanan," ujarnya, seperti dikutip Antara, Minggu (19/4).

Jadi, melalui bimtek itu, para petugas tak cuma dapat penguatan teknis operasional. Mereka juga dibekali dengan pendekatan pelayanan yang manusiawi. Soalnya, menghadapi jemaah yang lelah setelah perjalanan jauh butuh kesabaran dan keramahan ekstra.

Dengan langkah ini, diharapkan seluruh rangkaian operasional PPIH berjalan lebih mulus. Persiapan yang matang dari sekarang diharapkan bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan, sehingga ibadah haji jemaah Indonesia bisa berjalan dengan lebih nyaman dan tertib.

Semua mata kini tertuju pada 22 April 2026. Saat itulah kloter pertama dijadwalkan tiba, dan kerja keras ratusan tenaga pendukung ini akan benar-benar diuji.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar