Gus Ipul Tinjau STIP Jakarta untuk Persiapan Sekolah Rakyat Baru

- Senin, 20 April 2026 | 04:30 WIB
Gus Ipul Tinjau STIP Jakarta untuk Persiapan Sekolah Rakyat Baru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, baru-baru ini menyambangi gedung Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Jakarta. Kunjungannya punya tujuan spesifik: mengecek langsung kesiapan kompleks itu untuk dijadikan lokasi baru program Sekolah Rakyat.

Dia tak datang sendirian. Turut mendampingi, Dirjen Prasarana Strategis PUPR Bisma Staniarto dan Ketua STIP Tri Cahyadi. Mereka berkeliling, mengamati detail kondisi bangunan, sambil merancang rekomendasi perbaikan apa saja yang perlu segera dikerjakan. Targetnya jelas, agar kegiatan belajar mengajar bisa segera dimulai.

Menurut paparan tim teknis, dari puluhan bangunan yang ada di kawasan STIP, ada empat gedung dan dua fasilitas olahraga yang diizinkan dipakai. Keempat bangunan itu adalah Asrama Taruna E dan J, lalu Wisma Bahari II, serta gedung Nautika. Untuk urusan olahraga, tersedia dua lapangan tenis dan dua lapangan sepak bola.

“Untuk tahap awal, kapasitas yang disiapkan sekitar 100 siswa,” ujar Bisma Staniarto, Minggu (19/4/2026).

Ia menambahkan, dukungan tenaga juga sudah disiapkan, yakni dua pembimbing dan delapan belas pengajar.

Bagaimana kondisi fisiknya? Secara struktur, bangunannya ternyata masih sangat kokoh. Fondasi, kolom, balok, sampai atapnya tidak menunjukkan kerusakan berarti. Memang ada sedikit masalah di bagian arsitektural, tapi itu hanya hal-hal ringan. Plesteran yang mengelupas, pintu dan jendela yang perlu perhatian, serta penggantian beberapa komponen kecil. Untuk listrik, yang utama cuma mengganti lampu-lampu yang sudah mati.

Dengan kondisi seperti itu, perbaikan diprediksi tak akan makan waktu lama.

“Kami optimistis akhir April seluruh perbaikan bisa dituntaskan dan gedung siap digunakan pada awal Mei,” kata Bisma penuh keyakinan.

Rupanya, STIP bukan satu-satunya lokasi yang sedang disiapkan. Pemerintah juga meninjau tempat lain, seperti kawasan milik LAN. Kondisinya dikatakan mirip, dengan kapasitas awal yang juga ditargetkan untuk seratus siswa.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul tampak bersemangat. Ia menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat ini perkembangannya positif. Ia menyitir pelaksanaan di 166 titik tahun lalu, di mana para siswa menunjukkan kemajuan, terutama soal kepercayaan diri. Para gurunya pun dinilai makin lihai membaca potensi dan kebutuhan anak didik yang beragam latar belakangnya.

“Selama lebih dari sembilan bulan berjalan, hasilnya cukup menggembirakan,” ujar Gus Ipul.

“Siswa mulai berkembang, dan para guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran tanpa mengandalkan tes akademik.”

Target ke depannya memang lebih besar. Menindaklanjuti arahan Presiden, kapasitas Sekolah Rakyat tahun ini ingin dinaikkan signifikan. Dari yang sebelumnya menampung hampir 16.000 siswa, tahun ini diharapkan bisa melayani lebih dari 30.000 anak. Caranya, dengan menambah titik-titik rintisan baru.

Khusus untuk Jakarta dan sekitarnya, sudah ditetapkan 10 titik. STIP adalah salah satunya. Secara total, lokasi-lokasi ini diproyeksikan bisa menampung lebih dari 1.000 siswa. Rinciannya, sekitar 700 siswa di tahap awal, lalu bertambah 300 lagi di pertengahan tahun.

Gus Ipul juga menekankan mekanisme seleksinya. Penerima manfaat dipilih berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Jadi, bukan sistem pendaftaran terbuka. Tim akan turun langsung menjangkau keluarga-keluarga yang sudah terdata, memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada praktik yang melanggar ketentuan,” tegasnya.

“Semua harus benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan.”

Soal kendala? Menurutnya, relatif minim. Hanya perlu perbaikan-perbaikan ringan di fasilitas pendukung seperti tempat tidur, toilet, dan ruang makan. Optimismenya sama dengan yang disampaikan Bisma.

“Kita optimistis seluruh persiapan, termasuk renovasi ringan, dapat selesai pada akhir April sehingga kegiatan bisa dimulai awal Mei,” pungkas Gus Ipul.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar