Jaringan listrik nasional Kuba kembali kolaps pada Senin (3/8) sore, hanya beberapa jam setelah otoritas mulai memulihkan pasokan listrik pascapemadaman besar yang terjadi sehari sebelumnya. Perusahaan listrik negara, Unión Electrica (UNE), menyebut kondisi cuaca sebagai pemicu gangguan pada sistem transmisi dan unit pembangkit yang baru saja kembali beroperasi.
Pemadaman nasional pertama terjadi pada Minggu (2/8) sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Setelah sempat ada kemajuan pemulihan, sistem kembali runtuh pada Senin sore. Hingga malam hari, sebagian pembangkit dan gardu induk di sekitar Havana telah menyala kembali, tetapi sebagian besar wilayah Kuba masih gelap gulita.
Jurnalis televisi pemerintah, Lázaro Manuel Alonso, mengatakan gangguan baru terjadi ketika proses pemulihan masih berlangsung. "Terjadi fluktuasi yang menyebabkan sistem kembali kolaps," ujarnya.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah, UNE menjelaskan, "Selama proses pemulihan Sistem Kelistrikan Nasional, kondisi cuaca yang terjadi menyebabkan gangguan pada jaringan, yang secara langsung mempengaruhi unit-unit pembangkit yang telah beroperasi."
Warga Mengungsi ke Tepi Laut Demi Menghindari Panas
Di tengah padamnya listrik, banyak warga Havana memilih bermalam di kawasan Malecón, tanggul laut yang terkenal, untuk mencari angin sepoi-sepoi di tengah suhu musim panas yang menyengat. Suhu udara pada Minggu mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan sekitar 80 persen, membuat udara terasa jauh lebih panas.
Alexey Ríos García, pekerja konstruksi berusia 30 tahun, mengaku terbangun bukan di tempat tidurnya, melainkan di atas beton Malecón dengan semilir angin laut. "Keadaan hanya semakin buruk. Besok sistem akan ambruk lagi… dan kami akan kembali tidur di Malecón," katanya sambil menggunakan sepotong busa kuning sebagai bantal.
Elaine Delis Ramos, seorang guru pendidikan jasmani, juga menghabiskan malam bersama keluarganya di tepi laut. "Setiap kali kami mulai berharap jaringan listrik tidak akan ambruk lagi, ternyata itu terjadi lagi. Kami tidak punya solusi," ujarnya. Selain di Malecón, warga lain memilih tidur di balkon atau beranda rumah untuk menghindari hawa panas.
Pemadaman Berulang Perparah Krisis Kehidupan Sehari-hari
Pemadaman terbaru ini terjadi setelah Kuba mengalami tiga kegagalan jaringan listrik nasional dalam rentang sembilan hari pada Juli. Sebelumnya, otoritas energi juga melaporkan dua kali kolapsnya jaringan nasional pada Maret, disertai sejumlah pemadaman parsial di berbagai wilayah. Kondisi ini telah mengganggu aktivitas rumah tangga, dunia usaha, dan layanan publik di negara berpenduduk sekitar 10 juta jiwa itu.
Di banyak wilayah, pemadaman bergilir kini berlangsung lebih dari 20 jam setiap hari. Warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk memperoleh bahan bakar maupun kebutuhan pokok. Mereka juga khawatir persediaan makanan beku di lemari pendingin rusak akibat listrik yang terus padam. Sektor pariwisata yang sebelumnya menjadi salah satu sumber pendapatan juga disebut semakin terpuruk. Di sisi lain, keterbatasan bahan bakar membuat transportasi umum di Havana ikut terganggu, sementara rumah sakit berupaya memasang panel surya agar layanan tetap berjalan ketika listrik padam.
Krisis Energi Menjadi Sorotan Politik
Pemadaman listrik yang terus berulang juga memicu perbedaan pandangan mengenai penyebab krisis energi di Kuba. Pemerintah Kuba menyatakan sanksi dan pembatasan perdagangan Amerika Serikat selama puluhan tahun telah membatasi akses negara itu terhadap bahan bakar, pembiayaan, dan suku cadang yang dibutuhkan untuk memelihara sistem kelistrikan. Di sisi lain, pemerintah AS menyatakan gangguan listrik tersebut mencerminkan kegagalan model ekonomi yang dikelola negara.
Pemadaman nasional pada Minggu (2/8) merupakan yang keenam sejak pemerintahan Presiden Donald Trump secara efektif menghentikan pasokan minyak ke Kuba pada Januari. Kebijakan itu membuat kondisi negara yang telah lama mengalami krisis semakin memburuk. Sementara itu, armada pembangkit listrik termal Kuba yang sebagian besar telah berusia puluhan tahun terus mengalami kerusakan berulang akibat kekurangan bahan bakar dan persoalan pemeliharaan. Kondisi tersebut membuat jaringan listrik semakin rentan terhadap gangguan dan menyulitkan proses pemulihan setiap kali terjadi pemadaman besar.
Artikel Terkait
Jaringan Listrik Kuba Lumpuh Total, Kegelapan Selimuti Negeri
Jaringan Listrik Kuba Kembali Kolaps, Seluruh Negeri Gelap
PLN Pulihkan Pasokan Listrik di Jakarta Usai Gangguan Gardu Induk Gandul
PLN Fokus Pulihkan Gangguan Listrik di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan