Netanyahu Tolak Kesepakatan Gaza Usulan Trump

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:55 WIB
Netanyahu Tolak Kesepakatan Gaza Usulan Trump

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak kesepakatan terbaru untuk Jalur Gaza yang diusulkan oleh Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penolakan itu disampaikan dalam pertemuan dengan utusan utama dewan untuk urusan Gaza, Nickolay Mladenov, pada Senin (3/8) waktu setempat.

Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan menghentikan serangan militer dan tidak akan menarik pasukannya dari posisi-posisi di Jalur Gaza, sebagaimana diatur dalam rencana perdamaian yang diusulkan Trump. "Israel tidak akan menarik pasukannya dari posisi-posisi yang dikuasainya di Gaza, dan tidak akan melakukan gencatan senjata," tegasnya kepada Mladenov.

Klaim itu disampaikan Netanyahu dengan alasan bahwa Hamas terus membangun kembali kemampuan militernya dan menjadi ancaman langsung bagi militer Israel serta masyarakat di sekitar Gaza. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh surat kabar Israel Hayom yang mengutip sumber Israel tanpa menyebut nama, seperti dilansir Anadolu Agency dan TRT World pada Selasa (4/8/2026).

Laporan Israel Hayom juga menyebutkan bahwa Dewan Keamanan Nasional Israel sebelumnya telah menyampaikan keberatan Netanyahu terhadap ketentuan dalam rencana gencatan senjata Gaza kepada Dewan Perdamaian dan tim kepresidenan Trump.

Sebelumnya, pada Jumat (31/7) pekan lalu, Dewan Perdamaian dan Trump mengumumkan kesepakatan untuk melaksanakan tahap berikutnya dari gencatan senjata Gaza. Dalam pernyataan saat itu, dewan menyebut kelompok Hamas telah menyetujui kesepakatan yang mencakup roadmap terperinci.

Roadmap tersebut mencakup pengaturan keamanan, administratif, dan transisi di Jalur Gaza, serta usulan jalur politik. Diatur juga soal perlucutan senjata Hamas, yang oleh Hamas disebut sebagai pengumpulan senjata berat tanpa keterlibatan Israel, dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Jalur Gaza. Kedua ketentuan itu disebut saling berkaitan, dengan pelaksanaannya bergantung pada kepatuhan kedua pihak.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags