Dari kejadian itu, tiga jenazah berhasil ditemukan dalam kurun waktu berbeda. Putri Fernando yang berusia 12 tahun ditemukan pertama, pada 29 Desember lalu, mengapung di perairan sekitar Pulau Rinca. Lalu, jenazah Fernando sendiri baru ditemukan pada 4 Januari, tak jauh dari lokasi serupa.
Penemuan yang cukup menyentuh terjadi Selasa, 6 Januari. Anak laki-laki mereka yang berusia 10 tahun ditemukan terperangkap di dalam bangkai kapal yang sudah terdampar jauh. Kapal itu tersapu hingga ke Pantai Pede, Pulau Komodo, sekitar 14 kilometer dari titik awal musibah.
Sedikit hikmah di tengah duka, istri dan anak bungsu Fernando berhasil selamat dari insiden malam itu. Mereka adalah penyintas satu-satunya dari keluarga inti.
Kini, dengan ditutupnya operasi SAR, pencarian untuk satu korban terakhir dinyatakan berakhir. Keluarga dan pihak berwenang harus menerima kenyataan pahit ini.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah
Wamen Dalam Negeri Tinjau Penerapan WFH ASN Bekasi, Apresiasi Capaian 40 Persen