Pendapatan asli desa yang terbatas membuat perbaikan mandiri hampir mustahil. Karena itulah, dia berharap ada turun tangan dari Pemerintah Kabupaten Demak.
“Harapannya ada bantuan untuk memperbaiki pintu pembuangan air ini,” harap Syeni.
“Kalau Sungai Kalijajar debitnya tinggi, Tridonorejo pasti tenggelam. Soalnya, sekarang sudah tidak ada pintu air pengendali sama sekali,” tegasnya.
Di sisi lain, warga sudah merasakan dampaknya. Samsul Maarif, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa sejumlah rumah telah terendam. Ketinggian airnya sekitar 30 sentimeter cukup untuk mengacaukan aktivitas dan merusak barang-barang di rumah.
Pemandangan di Tridonorejo kini suram. Genangan air di mana-mana, dan harapan warga kini tertuju pada perbaikan segera pintu kanal yang rusak itu.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan