Gagasan Amerika Serikat untuk membeli Greenland kembali mencuat. Kali ini, dengan cara yang cukup mengejutkan: menawarkan uang tunai langsung ke penduduknya. Bayangkan saja, angka yang beredar bisa mencapai 100 ribu dolar AS per orang. Itu setara dengan sekitar 1,6 miliar rupiah untuk setiap warga yang bersedia bergabung.
Rencana ini, menurut laporan Reuters Jumat lalu, digodok di lingkaran dalam pemerintahan Presiden Donald Trump. Empat sumber yang memahami pembahasan itu mengonfirmasinya. Meski detail teknisnya seperti kapan dan bagaimana pembayarannya masih kabur, dua sumber menyebut angka yang dibahas di antara pejabat Gedung Putih berkisar dari 10.000 hingga 100.000 dolar per kepala.
Dengan populasi Greenland yang hanya sekitar 57.000 jiwa, hitung-hitungannya jadi menarik. Jika angka tertinggi yang dipakai, AS harus merogoh kocek hampir 6 miliar dolar. Jumlah yang fantastis, tapi mungkin dianggap sepadan untuk mengamankan pulau strategis di kawasan Arktik itu.
Namun begitu, taktik ini punya risiko besar. Bisa terlihat terlalu transaksional, bahkan merendahkan. Penduduk Greenland bukan tanpa harga diri; mereka sudah lama berdebat tentang kemerdekaan dan hubungan ekonomi dengan Denmark.
Reaksi dari Nuuk, ibukota Greenland, pun keras dan jelas.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan