Dialog yang Mengubah Pikiran
Di ruang tunggu klinik itulah mereka menemukan pasangan yang dimaksud. Melihat gelagatnya, niat untuk menggugurkan kandungan memang kuat. Tapi, polisi tak serta merta menangkap. Pendekatan persuasif lebih dulu dilakukan, dan ternyata berhasil.
Menariknya, sebelum sampai ke klinik, pasangan ini sempat mencoba cara lain. "Bahkan, sebelum mendatangi dokter kandungan, keduanya sempat membeli obat dan telah mengonsumsinya. Namun obat tersebut tidak bereaksi," ungkap Edison.
Kedua kekasih itu kemudian dibawa ke Polsek Cileungsi. Tujuannya bukan untuk langsung diproses hukum, melainkan untuk diajak bicara dari hati ke hati. Hasilnya? Mereka akhirnya mengurungkan niatnya.
Yang lebih penting, mereka sepakat untuk merawat janin tersebut. "Pihak laki-laki menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan merawat bayi tersebut hingga lahir," beber Kapolsek.
Jadi, alih-alih berakhir dengan penangkapan, operasi ini justru ditutup dengan sebuah komitmen baru. Sebuah penyelesaian yang, meski tak biasa, setidaknya memberi harapan bagi calon bayi yang sempat terancam.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan