Di kantornya di Jakarta Barat, Sekjen Partai Golkar Sarmuji angkat bicara soal wacana pilkada lewat DPRD. Intinya, dia bilang, rakyat nggak bakal ditinggal. Golkar baru akan setuju dengan model pemilihan seperti itu kalau keterlibatan publiknya benar-benar bisa dijaga.
"Golkar akan setuju dengan model pilkada melalui DPRD hanya apabila partisipasi publik tetap berjalan secara maksimal," tegas Sarmuji kepada para wartawan, Kamis lalu.
Menurutnya, usulan ini jangan langsung dikira bakal menghapus peran masyarakat. Dia buru-buru meluruskan, sistem yang sedang dibicarakan ini jauh berbeda dengan praktik di zaman Orde Baru dulu. Di era itu, suara rakyat hampir nggak kedengaran.
"Kami Partai Golkar akan mengambil sisi-sisi terbaik dari pilkada langsung untuk diakomodir," ucap Sarmuji.
Dia menjelaskan lebih lanjut, misalnya dengan memasukkan unsur kampanye langsung atau debat terbuka antar calon. Jadi, meski hak pilih akhirnya di tangan dewan, warga tetap punya ruang untuk mengenal dan menilai calon pemimpin mereka.
Artikel Terkait
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Tantangan Diplomasi Menanti
Muhammadiyah Bantah Terkait Laporan Polisi terhadap Pandji Pragiwaksono
KPK Tancapkan Taji, Mantan Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji