Di kantornya di Jakarta Barat, Sekjen Partai Golkar Sarmuji angkat bicara soal wacana pilkada lewat DPRD. Intinya, dia bilang, rakyat nggak bakal ditinggal. Golkar baru akan setuju dengan model pemilihan seperti itu kalau keterlibatan publiknya benar-benar bisa dijaga.
"Golkar akan setuju dengan model pilkada melalui DPRD hanya apabila partisipasi publik tetap berjalan secara maksimal," tegas Sarmuji kepada para wartawan, Kamis lalu.
Menurutnya, usulan ini jangan langsung dikira bakal menghapus peran masyarakat. Dia buru-buru meluruskan, sistem yang sedang dibicarakan ini jauh berbeda dengan praktik di zaman Orde Baru dulu. Di era itu, suara rakyat hampir nggak kedengaran.
"Kami Partai Golkar akan mengambil sisi-sisi terbaik dari pilkada langsung untuk diakomodir," ucap Sarmuji.
Dia menjelaskan lebih lanjut, misalnya dengan memasukkan unsur kampanye langsung atau debat terbuka antar calon. Jadi, meski hak pilih akhirnya di tangan dewan, warga tetap punya ruang untuk mengenal dan menilai calon pemimpin mereka.
Artikel Terkait
KPK Periksa Tujuh ASN Pekalongan Terkait Dugaan Intervensi Bupati Nonaktif
KPK Tangkap 16 Orang dalam OTT, Termasuk Bupati Tulungagung
Menteri PU Akan Temui Kejati DKI Bahas Penggeledahan Kantor Terkait Kasus Korupsi
Kemenkeu Pertimbangkan Tukar Guling Geo Dipa dengan PNM