Dari dalam Air Force One, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras untuk Iran. Intinya sederhana: jika lebih banyak lagi nyawa demonstran yang melayang, AS siap menghantam. "Sangat keras," katanya. Ancaman itu dilontarkan Trump kepada para wartawan, Minggu lalu, seiring dengan unjuk rasa di Iran yang sudah memasuki minggu kedua.
"Kami mengawasinya dengan sangat cermat," ujarnya.
"Jika mereka mulai membunuh orang-orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, saya pikir mereka akan dihantam sangat keras oleh Amerika Serikat."
Pernyataan itu, yang dikutip AFP, langsung menambah panas suasana. Gelombang protes sendiri awalnya menyala dari Grand Bazaar Teheran pada 28 Desember. Para pedagang dan pemilik toko di pusat bisnis tradisional itu yang pertama kali meluapkan kemarahan. Isunya klasik: kesulitan ekonomi dan biaya hidup yang makin mencekik. Dari sana, api kemarahan menjalar ke berbagai wilayah lain.
Artikel Terkait
Kejati DKI Geledah Ruang Pejabat Kementerian PU untuk Usut Dugaan Korupsi
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Haji 2026 untuk Berantas Penipuan dan Ilegal
Listrik Padam di Sejumlah Kawasan Jakarta, Kini Telah Pulih 100%
Pemkot Tangerang Percepat Pembangunan 100 Rumah Prioritas untuk Warga Tidak Layak Huni