Trump Ancang-ancang dari Air Force One: AS Siap Hantam Iran Jika Demonstran Lagi Tewas

- Senin, 05 Januari 2026 | 12:20 WIB
Trump Ancang-ancang dari Air Force One: AS Siap Hantam Iran Jika Demonstran Lagi Tewas

Dari dalam Air Force One, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras untuk Iran. Intinya sederhana: jika lebih banyak lagi nyawa demonstran yang melayang, AS siap menghantam. "Sangat keras," katanya. Ancaman itu dilontarkan Trump kepada para wartawan, Minggu lalu, seiring dengan unjuk rasa di Iran yang sudah memasuki minggu kedua.

"Kami mengawasinya dengan sangat cermat," ujarnya.

"Jika mereka mulai membunuh orang-orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, saya pikir mereka akan dihantam sangat keras oleh Amerika Serikat."

Pernyataan itu, yang dikutip AFP, langsung menambah panas suasana. Gelombang protes sendiri awalnya menyala dari Grand Bazaar Teheran pada 28 Desember. Para pedagang dan pemilik toko di pusat bisnis tradisional itu yang pertama kali meluapkan kemarahan. Isunya klasik: kesulitan ekonomi dan biaya hidup yang makin mencekik. Dari sana, api kemarahan menjalar ke berbagai wilayah lain.

Namun begitu, situasi di lapangan tak selalu berjalan damai. Di sejumlah area, unjuk rasa berubah ricuh. Otoritas di Teheran punya narasi sendiri untuk kekerasan ini. Mereka menuding ada "kekuatan eksternal" yang menghasut para pengunjuk rasa, mengubah aksi damai jadi kerusuhan.

Korban jiwa, sayangnya, sudah berjatuhan. Berdasarkan laporan resmi yang ada, sedikitnya dua belas orang tewas. Di antara mereka, ada yang merupakan anggota pasukan keamanan Iran. Angka itu mungkin saja belum final, tapi sudah cukup menggambarkan betapa tegangnya situasi.

Ini adalah gelombang protes paling signifikan sejak rentetan aksi besar 2022-2023 silam yang dipicu tragedi Mahsa Amini. Perempuan muda itu meninggal di tahanan polisi karena dituding melanggar aturan berjilbab. Kini, meski pemicunya berbeda, yaitu masalah ekonomi yang akut, tensi politiknya terasa sama panasnya. Dan dunia, sekali lagi, menatap ke arah Iran.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar