GAIKINDO: Industri Lokal Siap Penuhi Permintaan Pick-up, Kapasitas Produksi Masih Menganggur

- Minggu, 22 Februari 2026 | 13:50 WIB
GAIKINDO: Industri Lokal Siap Penuhi Permintaan Pick-up, Kapasitas Produksi Masih Menganggur

MURIANETWORK.COM - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menegaskan bahwa industri otomotif dalam negeri memiliki kapasitas yang memadai untuk memenuhi permintaan kendaraan komersial, termasuk mobil pick-up. Pernyataan ini disampaikan menanggapi rencana impor kendaraan jenis tersebut oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, mengungkapkan bahwa dengan waktu persiapan yang cukup, pelaku industri lokal siap berpartisipasi dan mengoptimalkan fasilitas produksi yang ada.

Kapasitas Produksi yang Belum Optimal

Dalam paparannya, Putu Juli Ardika menjelaskan bahwa kapasitas produksi untuk kendaraan pick-up di kalangan anggota GAIKINDO sebenarnya sangat besar, mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Sayangnya, kapasitas menganggur ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Situasi ini berbanding terbalik dengan tantangan di lapangan, di mana penjualan kendaraan bermotor dalam negeri tercatat masih di bawah 1 juta unit per tahun dalam beberapa waktu terakhir.

“Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri-industri pendukungnya, industri komponen otomotif dalam GIAMM, punya kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” jelas Ardika.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan kapasitas dalam negeri ini tidak hanya mengoptimalkan sumber daya industri, tetapi juga menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas ketenagakerjaan. Ekosistem industri otomotif nasional saat ini menyerap hingga 1,5 juta pekerja.

Kesiapan Produk dan Dukungan Jaringan

Dari segi produk, kendaraan pick-up penggerak 4x2 yang diproduksi di dalam negeri telah memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Kendaraan jenis ini, menurut GAIKINDO, sudah mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. Kesiapan ini didukung oleh jaringan layanan purna jual yang luas dan tersebar, menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pengguna.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar