Di penghujung tahun 2025, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul memberikan laporan terkini soal penyaluran bantuan. Ia memastikan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara terus mengalir. Angkanya? Rata-rata sudah tembus lebih dari 85 persen.
“Untuk daerah bencana, khususnya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, capaian penyaluran di Aceh sudah sekitar 88 persen. Sementara di Sumatera Barat dan Sumatera Utara masih di kisaran 82 sampai 83 persen,”
begitu penjelasan Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Kamis lalu. Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Refleksi Akhir Tahun di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta.
Memang, mengantarkan bantuan ke wilayah yang baru dilanda musibah bukan perkara gampang. Gus Ipul mengakui butuh upaya ekstra. Medan terjal, infrastruktur yang terbatas, plus banyak warga yang masih mengungsi jadi tantangan nyata di lapangan.
“Penyaluran di Provinsi Aceh sampai sekarang sudah 88 persen meskipun di lapangan ada kendala tentang jaringan internet misalnya, listrik juga belum stabil, akses menuju beberapa kabupaten kota juga masih belum semuanya bisa ditembus. Tetapi terus bekerja sampai hari ini sudah cukup banyak itu 88 persen,”
tuturnya lagi. Ia mencontohkan, sampai hari ini saja masih ada tiga kantor Pos di Aceh Tamiang yang belum bisa beroperasi normal.
Nah, BLTS yang dimaksud ini adalah bantuan tambahan, di luar skema reguler. Ini bentuk respons cepat pemerintah menghadapi kondisi darurat. Gus Ipul membeberkan perbedaannya.
“Dalam tiga bulan terakhir ini ada BLTSKesra di luar BLTS reguler. Kalau BLTS reguler menyasar kisarannya 18 juta KPM, sementara BLTS ini menyasar lebih dari 35 juta penerima, tentu bergantung pada data yang sudah diverifikasi oleh pemerintah daerah bersama Kementerian Sosial dan BPS,”
jelasnya.
Data terbaru dari Kemensos menunjukkan, lebih dari 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dinyatakan layak dapat BLTS. Penyalurannya sendiri dilakukan lewat kerja sama dengan bank-bank BUMN dan PT Pos Indonesia. Pertimbangan utamanya? Kondisi geografis dan kemudahan akses bagi warga.
Secara nasional, capaiannya cukup menggembirakan, sudah lebih dari 97 persen. Tapi di titik-titik bencana tadi, prosesnya memang lebih pelan. Itu wajar. Butuh tenaga dan strategi khusus untuk menjangkau mereka yang terdampak paling parah.
“Sebagian besar BLTS sudah disalurkan, baik di daerah bencana maupun di daerah-daerah lain di Indonesia,”
pungkas Gus Ipul. Untuk menyelesaikan sisa penyaluran di daerah sulit, Kemensos mengerahkan semua jaringan. Mereka menggandeng pemda, relawan, petugas Pos, hingga Dinas Sosial setempat agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Artikel Terkait
Indonesia Tegaskan Dukungan Tak Tergoyahkan bagi Palestina di Sidang Dewan HAM PBB
Whoosh Luncurkan Promo Tiket Rombongan Rp 200.000 untuk Rute Jakarta-Bandung
Manchester United Kejar Tiket Liga Champions dengan Misi Balas Dendam ke Everton
BPOM Serang Temukan Sagu Mutiara dan Ikan Teri Berzat Berbahaya di Pasar Pandeglang