Sabtu sore itu, suasana Pondok Pesantren Al Hamid Putra di Cipayung, Jakarta Timur, terasa hangat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tiba sekitar pukul 17.50 WIB, menyambangi para ulama dan umara dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah. Berpakaian koko putih, peci hitam, dan sarung hijau, penampilannya sederhana namun penuh khidmat.
Kedatangannya langsung disambut oleh Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma'arif, dan tuan rumah KH Lukman Hakim Hamid. Tak sendirian, Pramono datang bersama sejumlah pimpinan keamanan seperti Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi, Wakapolda Brigjen Dekananto Eko Purwono, serta Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi. Mereka semua berkumpul dalam nuansa kebersamaan yang kental.
Dalam kesempatan itu, Pramono menyampaikan kegembiraannya bisa bersilaturahmi di bulan suci. Suaranya lirih namun tegas.
"Saya betul-betul berharap bahwa keteduhan, kenyamanan, keselamatan, kegembiraan, dan kebahagiaan warga Jakarta perlu kita jaga bersama," ujarnya.
Harapannya jelas: menjaga Jakarta tetap damai dan teduh. Menurutnya, momentum Ramadan ini harus jadi perekat. Dia juga berdoa agar semua mendapat berkah dan hidayah, serta syafaat di akhirat nanti.
Di sisi lain, Pramono melontarkan beberapa gagasan baru. Salah satunya cukup menarik: menggelar acara haul untuk ulama dan tokoh Betawi setiap bulan Juni, bertepatan dengan hari jadi Jakarta. Rencananya, acara penghormatan itu akan digelar di Monas.
"Kenapa ini saya usulkan? Untuk memberikan penghormatan dan juga mendoakan para ulama-ulama yang telah berjasa bagi DKI Jakarta. Tentunya juga tokoh-tokoh utama Jakarta seperti Husni Thamrin dan sebagainya," jelasnya.
Selain itu, ada perhatian serius pada kegiatan keagamaan. Dia mendorong agar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dihidupkan kembali, mulai dari tingkat RT dan RW. Tujuannya ganda: membangun kecintaan pada Al-Qur'an sekaligus mencetak kader terbaik untuk berlaga di tingkat nasional.
"Saya betul-betul ingin MTQ itu dimulai kembali sampai level di bawah. Karena itulah kelebihan, kekuatan utama DKI Jakarta," papar Pramono.
Dia membayangkan sebuah piramida kompetisi yang sehat, dari tingkat paling bawah hingga memperebutkan Piala Gubernur.
Menyambut Idulfitri nanti, Pemprov juga punya sejumlah rencana. Ada tema "Mudik di Jakarta" yang ingin diusung. Untuk memeriahkan suasana, akan ada insentif pajak dan lomba diskon di berbagai tempat. Bahkan, transportasi umum rencananya akan digratiskan selama periode lebaran.
Pramono menutup dengan ajakan. Dia ingin semangat kebersamaan dan kegembiraan Ramadan ini terus mengalir, bahkan setelah bulan suci berakhir. Intinya, semua elemen masyarakat diajak berperan. Bukan sekadar program, tapi membangun suasana.
Artikel Terkait
Kemlu Selesaikan Evakuasi Tahap Ketiga, 45 WNI Dipulangkan dari Iran
Oky Pratama Bantah Terlibat Bullying dan Klaim Belum Dipanggil Polisi
Kebakaran Besar Landa Kilang Minyak Penting di Geelong, Pasokan Energi Australia Terancam
Irigasi Wae Tiwu Sengit Diperbaiki, Petani Manggarai Timur Kembali Berharap