Gerakan ini langsung dijalankan. Menurut sejumlah sumber, pelaksanaannya dimulai Desember 2025 ini, menyesuaikan jadwal pembagian rapor di tiap sekolah. Pemerintah juga meminta pengertian dari instansi tempat para ayah bekerja.
Di surat edaran itu, pimpinan instansi baik pemerintah maupun swasta diharap bisa memberi dispensasi. Tujuannya agar para ayah punya waktu untuk datang ke sekolah anaknya.
Nah, ada juga unsur kampanye digitalnya. Kegiatan ayah mengambil rapor ini diharapkan untuk diunggah di media sosial. Dengan tagar GATI dan sekolahbersamaayah, gerakan ini diharapkan jadi tren positif.
Secara keseluruhan, langkah ini ingin menguatkan peran ayah. Bukan cuma sebagai pencari nafkah, tapi juga dalam pengasuhan, pendidikan karakter, dan mendampingi tumbuh kembang anak. Sebuah upaya sederhana, tapi bisa berdampak besar jika dijalankan bersama.
Artikel Terkait
Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza: Pelanggaran Gencatan Senjata yang Memicu Kembalinya Mimpi Buruk
Longsor Pangalengan Tewaskan Dua Anak Saat Makan Siang
Gencatan Senjata Retak, 32 Nyawa Melayang dalam Serangan di Gaza
Tebing Ambrol di Jasinga, Lalu Lintas Bogor Terganggu