Di sisi lain, kekhawatiran masih jelas terpancar dari raut wajah warga yang bertahan. Mereka cemas banjir bandang susulan bisa datang sewaktu-waktu, menghantam sisa-sisa rumah mereka. Camat Pauh, Titin Masfertin, berharap kedatangan Andre dan jajarannya bisa jadi pemantik percepatan perbaikan.
Ia menggambarkan, kondisi air masih rawan dan mengancam. Ditambah lagi, saluran irigasi yang tersumbat pasir dan lumpur total membuat aktivitas warga terganggu.
"Terima kasih atas kedatangan Pak Andre yang membawa kepala balai dari PUPR," ungkap Titin.
"Kami berharap musibah ini cepat berlalu dan warga bisa tenang lagi. Jangan sampai terulang. Harapan kami, jembatan dibangun kembali, jalan dan irigasi juga diperbaiki."
Sementara itu, Elsa Putra Friandi dari BPJN Sumbar mengakui kerusakannya cukup berat. Aliran sungai yang meluas jadi tantangan tersendiri.
"Tim kami akan segera turun untuk pendataan kerusakan jalan dan jembatan di sini," ujarnya. "Survei akan kami lakukan, lalu koordinasi dengan BWSS untuk cari solusi terbaik."
Dalam kunjungan kerja itu, Andre juga didampingi sejumlah tokoh lokal, seperti Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang Wahyu Hidayat dan Ketua Komisi II DPRD setempat Rachmad Wijaya.
Artikel Terkait
Asap Jingga di Cilegon Bikin Heboh, Ternyata Cuma Reaksi Kimia
Megawati Bicara Kepemimpinan Perempuan di Forum Bergengsi Abu Dhabi
Megawati Sambut Ajakan Spesial ke Museum Zayed Saat Kunjungan di Abu Dhabi
Pencarian Intensif di Kali Bekasi untuk Pria yang Tercebur Saat Tebang Pohon