Kepulan asap berwarna jingga yang tiba-tiba muncul di kawasan industri Cikuasa, Cilegon, Sabtu lalu, sempat bikin warga resah. Untungnya, setelah ditinjau langsung, Pemkot Cilegon memastikan kondisi lingkungan sekitar sudah aman. Insiden yang viral itu, kata mereka, tidak disebabkan oleh kebocoran pipa atau tangki penyimpanan bahan kimia berbahaya.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, bersama jajaran dan pihak kepolisian langsung turun ke lokasi di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol. Mereka ingin memastikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi.
"Kami bersama Wakapolres langsung meninjau, berkomunikasi dengan manajemen dan sidak ke titik kejadian," ujar Robinsar, Minggu.
Menurutnya, saat peninjauan hingga Sabtu siang, situasi sudah benar-benar terkendali. Uap berwarna aneh itu sudah tak lagi terlihat.
Lalu, dari mana asalnya kepulan jingga itu? Rupanya, ini berasal dari reaksi kimia dalam proses penampungan sisa material. Pencampuran base oil dengan asam nitrat di dalam wadahlah yang memicu munculnya uap kuning-oranye tersebut. Jadi, bukan karena ada instalasi yang rusak atau bocor.
"Alhamdulillah tidak ada kebocoran pipa dan tidak ada kebocoran tangki. Itu dipastikan," tegas Robinsar.
Meski begitu, peristiwa ini jadi pengingat keras. Pemerintah menilai ini adalah evaluasi penting bagi pengelolaan kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman warga.
"Saya minta tim dari perusahaan untuk memastikan SOP-nya terus ditingkatkan," tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi dan untuk menenangkan warga, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon pun bergerak cepat. Mereka memasang alat pemantau kualitas udara di empat titik strategis di sekitar lokasi kejadian. Pemeriksaan terhadap warga yang sempat mengeluh gangguan pernapasan juga langsung dilakukan.
"Sudah kita lakukan pengobatan di puskesmas. Alhamdulillah tidak ada yang dirawat atau dirujuk ke rumah sakit," kata Robinsar.
Namun begitu, pemantauan tidak berhenti di situ. Pemeriksaan lanjutan seperti pengambilan sampel darah tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak jangka panjang yang mengintai kesehatan masyarakat.
Dari sisi kepolisian, Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga memberikan penjelasan teknis yang serupa. Ia menegaskan, insiden ini murni terjadi saat proses pembersihan pipa.
"Bukan tangki atau pipa yang bocor. Ini karena adanya proses reaksi kimia dari cairan asam nitrat yang didorong gas nitrogen untuk membersihkan pipa," jelasnya.
Cairan itulah yang kemudian bertemu dengan base oil di dalam penampungan. Saat tutup wadah dibuka, gas bercampur asap berwarna oranye itupun keluar, memicu kehebohan yang akhirnya bisa diatasi dengan cepat.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi