Flare dari Tribun Inter Lukai Kiper Audero di Tengah Kemenangan 2-0 atas Cremonese

- Senin, 02 Februari 2026 | 02:00 WIB
Flare dari Tribun Inter Lukai Kiper Audero di Tengah Kemenangan 2-0 atas Cremonese

Inter Milan kembali merajai papan atas klasemen usai menaklukkan Cremonese dengan skor 2-0. Laga pekan ke-23 Serie A itu digelar di Stadio Giovanni Zini, Senin dini hari WIB. Tapi, kemenangan itu ternoda oleh insiden tak sedap yang menimpa kiper Cremonese, Emil Audero.

Dari menit awal, Inter langsung menunjukkan ambisi. Mereka menguasai alur permainan. Dan baru di menit ke-16, keunggulan mereka terwujud. Lautaro Martinez, sang kapten, dengan cerdik menyundul bola ke gawang setelah memanfaatkan umpan matang dari tendangan sudut. Gol itu seolah membuka keran serangan.

Tak lama berselang, tepatnya menit 31, Piotr Zielinski menggandakan keunggulan. Ia menerima umpan terobosan di tepi kotak penalti, mengontrolnya sejenak, lalu melepaskan tembakan keras yang menyasar sudut kanan atas. Audero cuma bisa menonton. Babak pertama benar-benar milik Inter, dengan statistik penguasaan bola mencapai 74 persen dan 11 percobaan tembakan.

Namun begitu, suasana berubah di awal babak kedua.

Di menit 49, tiba-tiba saja sebuah flare meluncur dari tribun dan mendarat di dekat Emil Audero. Kiper yang juga andalan Timnas Indonesia itu langsung terjatuh. Heboh. Laga terpaksa dihentikan.

Yang memilukan, flare itu diduga berasal dari sektor tribun pendukung Inter Milan sendiri. Beberapa pemain Inter bahkan mendatangi tribun tersebut, berusaha meredam emosi suporter mereka yang sudah kelewat batas.

"Semoga saja, itu hanya ledakan di dekatnya dan dia terkejut karenanya," kata seorang komentator, suaranya tegang. "Audero sudah berdiri, tetapi memiliki luka bakar di kakinya."

Setelah mendapat perawatan medis, Audero bisa melanjutkan pertandingan. Dia memang tidak cedera parah, tapi terlihat jelas ada luka sayat dan bekas bakar di kaki kirinya. Pertandingan pun dilanjutkan, meski nuansa tegang masih terasa.

Cremonese, yang tertinggal, mencoba bangkit. Mereka lebih agresif menyerang di babak kedua. Tapi, pertahanan Inter yang solid dan ketenangan Yann Sommer di bawah mistar membuat semua usaha mereka berakhir sia-sia. Di sisi lain, Inter sesekali masih melancarkan serangan balik yang berbahaya, meski gol ketiga tak kunjung datang.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 untuk kemenangan Inter tak tergoyahkan. Hasil ini mengukuhkan mereka di puncak klasemen dengan koleksi 55 poin. Sementara, Cremonese harus puas bertengger di posisi 16 dengan 23 poin.

Sayangnya, cerita malam ini bukan cuma tentang dua gol dan tiga poin. Tapi juga tentang sebuah flare yang melukai, dan sebuah sportivitas yang ternoda.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler