Malam itu, Selasa (23/12/2025, cuaca di Ankara mungkin tak bersahabat. Sebuah jet pribadi jenis Falcon-50 yang membawa sosok penting Libya, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Ali Al Haddad, jatuh tak lama setelah lepas landas. Tragisnya, tak ada yang selamat dari peristiwa itu.
Menurut sejumlah saksi dan laporan awal, pesawat sempat hilang kontak dari radar. Kejadiannya cepat sekali. Lepas landas dari Bandara Esenboga sekitar pukul delapan lebih, lalu sekitar 16 menit kemudian, semua komunikasi terputus.
Kabar duka ini langsung dikonfirmasi oleh dua pihak. Dari Tripoli, Abdul Hamid Dbeibah yang mengepalai Pemerintahan Kesepakatan Nasional Libya (GNA) menyatakan Al Haddad dan seluruh penumpang pesawat telah tewas.
Konfirmasi serupa datang dari pihak Turki. Burhanettin Duran, kepala Direktorat Komunikasi Istana Kepresidenan, memberikan pernyataan detail melalui media sosial X pada Rabu (24/12).
"Pada 23 Desember 2025, sebuah jet pribadi yang membawa Kepala Staf Umum Libya Jenderal Mohammed Ali Ahmed Al Haddad, empat anggota rombongannya, dan tiga kru pesawat lepas landas dari Bandara Esenboga pukul 20.17," ujarnya.
Artikel Terkait
Herdman Buka Ruang untuk Pemain Muda Timnas Indonesia, Targetkan Persiapan AFF 2026
Eredivisie Tolak Permintaan Ulang Laga Terkait Status Dua Pemain Timnas Indonesia
Gubernur DKI Pramono Anung Pastikan Perjuangkan Nasib PPPK
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton