Bagi yang sudah langganan mudik lewat Pantura, mendengar "Simpang Jomin" pasti bikin deg-degan. Titik di Karawang itu terkenal sebagai lokasi macet parah, tempat kesabaran dan bahan bakar diuji. Tapi tahun ini, ceritanya lain. Kawasan yang dulu jadi simbol kelelahan itu, kini terasa lebih ringan dilalui.
Memang, kenangan buruknya tak mudah hilang. Bayangkan, terjebak diam di satu titik selama lebih dari dua jam. Panas, lelah, emosi menumpuk.
"Tadi sempat macet, macetnya itu mau dua jam lebih. Karena kakak saya juga lagi hamil dan bawa anak, kami terpaksa istirahat di pinggir jalan karena sudah tidak kuat kalau harus memaksakan sampai ke rest area,"
kata seorang pemudik, menggambarkan pengalaman masa lalu yang melelahkan.
Lalu, apa yang berubah? Faktor utamanya, ya, Tol Trans Jawa. Jalan tol ini seperti magnet yang menarik sebagian besar kendaraan, mengalihkan beban dari jalur lama. Volume kendaraan di Pantura pun berkurang signifikan. Di sisi lain, rekayasa lalu lintas yang dijalankan petugas di lapangan juga bekerja cukup efektif. Arus kendaraan tetap bisa bergerak, meski pelan, tidak benar-benar mandek seperti dulu.
Perbedaan ini langsung dirasakan. Seorang pemudik asal Ngawi, Jawa Timur, tampak lega.
"Alhamdulillah perjalanannya lancar, tidak ada kendala apapun. Kalau dibandingin dengan tahun lalu, sekarang jauh lebih lancar jaya,"
ungkapnya dengan senyum.
Memang, Jalur Pantura belum sepi total. Kepadatan masih ada di beberapa titik. Namun, situasi di Simpang Jomin ini memberi angin segar. Mudik tak lagi harus identik dengan siksaan di perjalanan. Ada harapan bahwa perjalanan pulang bisa lebih manusiawi.
Pada akhirnya, mudik itu soal pulang. Soal membayar rindu yang menumpuk sepanjang tahun. Dengan lalu lintas yang lebih tertata, senyum bahagia itu bisa muncul lebih awal bahkan sebelum pintu rumah orang tua terbuka.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Evaluasi Sistem Perekrutan Pembimbing Haji, Soroti Minimnya Pengalaman di Tanah Suci
BMKG Pasang Alat Modifikasi Cuaca di Gedung Tinggi Jakarta Antisipasi Kemarau dan Polusi Udara
Sembilan WNI yang Ditahan Militer Israel Dibebaskan, Dalam Perjalanan Pulang ke Jakarta
DPR Dorong Percepatan Integrasi Data Haji Nasional demi Haji Paperless 2030