Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:00 WIB
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton

Ribuan orang memadati Phinisi Point kemarin. Mereka semua datang untuk satu hal: Pentas Seni Smansa Makassar 2026. Acara tahunan yang selalu dinanti-nanti itu benar-benar tak mengecewakan. Sejak matahari mulai condong ke barat, kawasan Tanjung Bunga sudah ramai oleh riuh rendah anak muda yang tak sabar menuju lokasi.

Antusiasme itu punya konsekuensi. Jalan Metro Tanjung Bunga, jalur utama menuju venue, macet total. Kendaraan nyaris tak bergerak, berbaris panjang bak parade diam. Banyak pengendara terlihat pasrah, terjebak antrean menuju area parkir yang sudah penuh sesak. Bahu jalan pun ikutan dipenuhi penonton dan deretan motor, sehingga ruas jalan yang tersisa makin sempit.

Magnet Utama: Panggung Para Bintang

Macetnya luar biasa, ya. Tapi semua itu rasanya terbayar begitu masuk ke dalam area. Panggung Pensi Smansa tahun ini memang bikin ngiler. Mereka menghadirkan sederet nama besar seperti Kapal Udara, Sal Priadi, dan Perunggu. Puncaknya, Dewa 19 tampil dan langsung menyulap arena jadi lautan penggemar.

Lagu-lagu hits bergema, menggiring euforia. Penonton bernyanyi bersama, melompat, larut dalam irama. Suasana semarak itu menjelaskan segalanya: inilah alasan utama mengapa orang rela berdesakan dan terjebak macet berjam-jam.

Pengamanan Ketat di Tengah Keriuhan

Melihat membludaknya massa, panitia tentu tak bisa main-main. Mereka bekerja sama dengan aparat untuk mengatur lalu lintas dan menjaga keamanan. Meski arus kendaraan kacau balau di luar, situasi di dalam terkendali. Acara berjalan lancar tanpa insiden berarti.

Para pengunjung pun diimbau terus menjaga ketertiban. "Silakan nikmati acara, tapi tetap patuhi arahan petugas," begitu kira-kira pesan yang disampaikan. Upaya itu berhasil; keriuhan pesta seni berakhir dengan baik, hanya meninggalkan kenangan dan cerita tentang kemacetan parah yang mungkin akan jadi bahan obrolan sampai Pensi tahun depan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags