Chandra Asri Pacific Catat Laba Bersih USD 1,4 Miliar di 2025 Didukung Ekspansi Agresif

- Jumat, 27 Maret 2026 | 02:15 WIB
Chandra Asri Pacific Catat Laba Bersih USD 1,4 Miliar di 2025 Didukung Ekspansi Agresif

Jakarta, 26 Maret 2026 – Laporan keuangan Chandra Asri Pacific (TPIA) untuk tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup impresif. Perusahaan yang tengah bertransformasi ini berhasil membukukan laba bersih mencapai USD 1,4 miliar. Tak hanya itu, posisi likuiditas mereka juga terlihat sangat kuat, berada di atas angka USD 3 miliar.

Andre Khor, Group Chief Financial Officer Chandra Asri Group, mengonfirmasi capaian ini.

"Kinerja kuat di FY2025 ini benar-benar mencerminkan kekuatan platform terintegrasi kami. Disiplin dalam mengeksekusi strategi juga jadi kuncinya. Neraca kami tangguh, dan ini jadi modal bagus untuk langkah ke depan,"

Menurut Andre, perusahaan punya momentum yang solid memasuki tahun 2026. Hal ini didorong oleh performa operasional yang bagus dan kontribusi awal dari sejumlah inisiatif strategis mereka. "Di tengah dinamika pasar yang ada, platform terintegrasi dan disiplin eksekusi memberi landasan kokoh," tambahnya. Targetnya, kuartal pertama tahun ini bisa mencatatkan laba operasi pada level rekor.

Kalau dilihat lebih detail, aset TPIA melonjak lebih dari dua kali lipat year-on-year menjadi hampir USD 12,4 miliar. Peningkatan ini tak lepas dari realisasi akuisisi dan investasi strategis yang mereka lakukan. Pendapatan bersihnya sendiri naik signifikan ke angka sekitar USD 7 miliar.

Di sisi lain, ekspansi mereka terasa agresif. Melalui pilar energi, transformasi dipercepat dengan mengintegrasikan Aster Chemicals and Energy bekas Shell Energy & Chemicals Park yang diakuisisi bersama Glencore. Kompleks kilang kelas dunia ini disebut bakal memperkuat jalur dekarbonisasi perusahaan.

Ekspansi regional juga tak kalah seru. Akuisisi jaringan ritel Esso milik ExxonMobil di Singapura resmi efektif mulai 1 Januari 2026 lalu. Transaksi senilai USD 750 juta yang didanai KKR ini jelas memperkuat cengkeraman mereka di pasar energi Asia Tenggara.

Sementara untuk pilar kimia, portofolio hilir diperluas dengan membeli Chevron Phillips Singapore Chemicals, yang sekarang beroperasi sebagai Aster Polymer Solutions (APS). Fasilitas ini punya kapasitas produksi HDPE sebesar 400 KTA, memperkuat jaringan pemasaran mereka di kawasan.

Di dalam negeri, ada proyek Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai USD 800 juta yang progresnya sudah lewat 50%. Proyek yang didanai sebagian oleh Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA) ini ditargetkan operasional di kuartal pertama 2027, dengan harapan bisa tekan ketergantungan impor.

Lalu, bagaimana dengan pilar infrastruktur? Di sini, peran PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI Group) sebagai mesin pertumbuhan terus dikebut. Cakupannya luas, mulai dari kelistrikan, air, sampai kepelabuhanan. Di sektor logistik, armada mereka sekarang sudah mencakup 14 kapal gas dan kimia serta lebih dari 200 unit truk.

Yang menarik, di balik semua ekspansi bisnis ini, Chandra Asri juga menyiapkan generasi penerus. Mereka meluncurkan Graduate Development Program yang menargetkan talenta terbaik dalam negeri. Rekrutmen perdananya rencananya digelar pada semester pertama tahun 2026 nanti.

Terakhir, soal komitmen keberlanjutan. Perusahaan mengklaim terus memperkuat inisiatif ekonomi sirkular dan inovasi efisiensi energi. Tujuannya jelas: menekan emisi dan sekaligus meningkatkan keandalan operasional jangka panjang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar