Para ekonom yang diwawancarai Reuters punya prediksi jelas: The Fed bakal bertahan. Suku bunga acuan diperkirakan tak akan bergerak setidaknya sampai September nanti. Ini berubah dari ekspektasi sebelumnya yang mengira bakal ada pemotongan di pertengahan tahun.
Meski begitu, mayoritas dari mereka masih ngotot. Mereka yakin setidaknya satu kali penurunan suku bunga masih akan terjadi sebelum tahun 2026 berakhir. Tentu saja, ini bukan perkiraan yang mudah. Ketegangan di Timur Tengah, yang kini sudah masuk minggu keempat, bikin semua pihak waswas. Harga minyak mentah melonjak lebih dari 40 persen, dan itu otomatis memicu kekhawatiran inflasi akan meroket lagi.
Nah, di sisi lain, para ahli ini punya analisis sendiri. Mereka menganggap dampak lanjutan dari kenaikan harga energi itu akan terbatas. Singkat kata, tidak akan berlangsung lama. Tapi ya, situasinya memang sudah panas dari awal. Inflasi AS sebelum konflik dimulai saja sudah nyaris satu poin persentase di atas target 2 persen yang didambakan The Fed. Belum lagi imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun yang sudah naik lebih dari 55 basis poin sinyal pasar yang cukup keras.
Setelah rapat pekan lalu yang berakhir dengan keputusan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen, sejumlah pejabat The Fed mulai bersuara. Intinya sama: risiko inflasi yang membumbung tinggi masih jadi musuh nomor satu. Dengan prioritas seperti itu, jangan harap ada pemotongan suku bunga dalam waktu dekat. Peluangnya sangat kecil.
Survei Reuters periode 20–25 Maret cukup gamblang menggambarkan pergeseran pandangan ini. Dari 82 ekonom yang merespons, 61 di antaranya atau hampir tiga perempat memperkirakan The Fed akan berdiam diri di kuartal berikutnya. Angka ini naik signifikan dibanding dua minggu sebelumnya, di mana hanya sekitar dua pertiga yang berpendapat demikian. Waktu itu, banyak yang masih berharap suku bunga turun ke kisaran 3,25–3,50 persen pada akhir Juni.
Artikel Terkait
Mulai 2026, Rusia Larang Ekspor Emas Batangan di Atas 100 Gram
Ekonom: Liburan Beruntun dan Stimulus Pacu Target Pertumbuhan 5,5% di Kuartal I-2026
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global
Menteri ESDM Imbau Masyarakat Tenang, Stok BBM Nasional Masih Aman