Tujuh warga Laos dilaporkan terjebak di dalam sebuah gua di Provinsi Xaysomboun yang terendam banjir selama hampir satu pekan, dan tim penyelamat gabungan dari Laos dan Thailand berhasil menemukan lima dari mereka dalam kondisi selamat.
“Kami telah menemukan lima orang selamat dan semuanya aman. Masih ada dua orang yang kami cari,” demikian pernyataan kelompok penyelamat sukarelawan Laos melalui unggahan di media sosial, seperti dikutip dari laporan kantor berita internasional pada Rabu (27/5/2026).
Sementara itu, salah satu penyelamat asal Thailand, Kengkach Bangkawong, menyampaikan informasi serupa melalui akun Facebook pribadinya. “Pada pukul 16.30, kami menemukan target kami. Kami menemukan lima orang. Kami sedang mencari dua orang lainnya,” tulisnya.
Ketujuh korban dilaporkan memasuki gua tersebut pada 20 Mei lalu dengan tujuan mencari emas. Namun, hujan lebat yang mengguyur kawasan itu memicu banjir bandang dan menghalangi jalan keluar mereka, sehingga mereka terperangkap di dalam.
Media pemerintah Laos, Lao Economic Daily, turut mengonfirmasi bahwa lima orang telah ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara itu, spesialis penyelam penyelamat asal Finlandia, Mikko Paasi, mengungkapkan bahwa tim penyelamat harus bekerja cepat melawan waktu. Ia menyebut gua tersebut merupakan tambang emas yang terbengkalai dan menyimpan berbagai risiko tinggi.
“Tim penyelamat perlu menavigasi ratusan meter rintangan konstan, air banjir, bahaya runtuhan, dan risiko tinggi kualitas udara yang terkontaminasi di dalam gua,” ujar Paasi dalam unggahan di media sosial.
Ia menambahkan bahwa ketujuh orang tersebut diperkirakan terjebak di ruang terminal sekitar 300 meter dari pintu keluar. “Mereka memasuki gua dengan sumber daya untuk bertahan di bawah tanah selama beberapa hari,” kata Paasi.
Nama Mikko Paasi bukanlah sosok asing dalam operasi penyelamatan gua. Ia merupakan salah satu penyelam yang terlibat dalam penyelamatan dramatis tim sepak bola remaja Wild Boars dari kompleks gua Tham Luang di Thailand utara pada tahun 2018. Saat itu, tim tersebut menghabiskan hampir tiga minggu terjebak oleh banjir bandang sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Paasi bersama dua spesialis Thailand yang juga berpartisipasi dalam penyelamatan tahun 2018 tiba di lokasi gua di Laos pada Senin kemarin. Lao Economic Daily melaporkan bahwa pada Rabu pagi, permukaan air di dalam gua telah menyusut secara signifikan dan tim penyelamat terus memompa air keluar.
Sebelum operasi penyelamatan dilanjutkan pada hari Rabu, para penyelamat Laos, pejabat setempat, dan penduduk desa berkumpul di luar gua untuk menggelar upacara spiritual tradisional. Mereka mempersembahkan ayam dan minuman keras beras kepada roh-roh suci yang diyakini melindungi gunung dan para penyelamat selama menjalankan misi pencarian.
Artikel Terkait
Agung Laksono Restui La Ode Safiul Akbar Maju Calon Ketum Kosgoro 1957, Target Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029
Polrestabes Makassar Tangkap Pemuda 19 Tahun yang Perkosa dan Bunuh Bocah 12 Tahun, Pelaku Semua Buat Keributan Saat Olah TKP
Bogor Hornbills Paksa Laga Penentuan Usai Kalahkan Kesatria Bengawan Solo di Overtime
Zelensky Minta Tambahan Rudal Patriot ke AS di Tengah Serangan Rudal Balistik Rusia yang Meningkat