KAI Garap Peremajaan Permukiman Bantaran Rel Senen Usai Instruksi Presiden

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:15 WIB
KAI Garap Peremajaan Permukiman Bantaran Rel Senen Usai Instruksi Presiden

Kawasan bantaran rel kereta api di Pasar Senen, Jakarta Pusat, bakal segera berubah. PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini bergerak cepat mewujudkan hunian layak di sana, menindaklanjuti instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengonfirmasi hal ini Jumat lalu. Menurutnya, langkah awal sudah dimulai dengan koordinasi intensif.

"Kami berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk solusi jangka pendek," ujar Bobby dalam keterangan tertulisnya.

"Tak hanya itu, untuk langkah jangka panjang, kami juga menjalin komunikasi dengan kementerian dan pihak terkait lainnya," tambahnya.

Rencananya, tahap awal akan diisi dengan pengecekan lapangan dan kajian mendalam. Baru setelah itu, program serupa akan diperluas ke berbagai titik lain di sepanjang jalur kereta api di Indonesia. Ini bukan sekadar proyek fisik biasa.

“Penataan permukiman di sekitar jalur rel menjadi bagian penting,” tegas Bobby.

Ia menjelaskan, upaya ini punya dua tujuan sekaligus: menghadirkan lingkungan yang lebih layak bagi masyarakat dan, yang tak kalah krusial, memperkuat keselamatan perjalanan kereta api itu sendiri.

Di sisi lain, potensi yang dimiliki KAI ternyata cukup besar. Bobby membeberkan, perusahaan saat ini mengelola lahan perkeretaapian yang luasnya lebih dari 327 juta meter persegi. Lahan-lahan itu berpotensi besar mendukung pengembangan hunian.

Khusus untuk wilayah Jabodetabek, angkanya cukup mencengangkan. Diperkirakan ada potensi sekitar 131 ribu unit hunian yang bisa dikembangkan, terutama di sekitar simpul-simpul transportasi yang sudah ada.

Semua ini berawal dari kunjungan Presiden Prabowo sehari sebelumnya, Kamis (26/3). Tanpa banyak protokoler, Presiden menyusuri langsung pemukiman warga di bantaran rel Senen. Dari unggahan di media sosialnya, terlihat ia didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Mereka berjalan menyusuri permukiman padat yang letaknya hanya sekitar tiga kilometer dari pusat kota Jakarta. Suasana riuh dan sesak khas perkampungan di tengah kota menyambut mereka.

Dalam kunjungan itu, Presiden punya misi jelas: menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Ia mendengar keluhan dan harapan warga yang tinggal di sana. Dari situlah kemudian muncul tekad bulat untuk membangun hunian yang layak, mengubah wajah bantaran rel yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.

Kini, bola ada di pihak KAI dan kementerian terkait. Masyarakat menunggu realisasi dari janji dan kajian itu. Harapannya, program ini tak sekadar wacana, tapi benar-benar bisa dirasakan oleh warga yang membutuhkan tempat tinggal yang aman dan manusiawi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar