Sepanjang tahun 2025, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kebanjiran aduan. Tercatat, lembaga itu menerima 1.291 pengaduan dari masyarakat yang semuanya berkaitan dengan kinerja Polri. Mayoritasnya, nyaris 90 persen, berhubungan dengan proses penyelidikan dan penyidikan.
“Sebanyak 90 persen yang dikeluhkan masyarakat, itu terkait dengan kinerja penyelidikan dan penyidikan. Itu yang masih dominan,”
Demikian penjelasan Anggota Kompolnas Yusuf Warsim dalam konferensi pers rilis akhir tahun di Gedung Kompolnas, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026). Menurutnya, angka itu menunjukkan area kerja yang masih perlu perhatian serius.
Di sisi lain, Kompolnas punya rencana untuk mempermudah masyarakat melaporkan keluhannya. Tahun ini, mereka akan meluncurkan sarana pengaduan digital bernama E-SKM (Saran dan Keluhan Masyarakat).
Lewat aplikasi itu, proses pengaduan diharapkan bisa lebih efektif. Masyarakat tinggal mendaftarkan identitas, mengisi keluhan, dan mengunggah dokumen pendukung sebagai bukti. “Langsung bisa diisi,” ujar Yusuf. Dengan cara ini, pemeriksaan dan tindak lanjut diharapkan berjalan lebih mudah dan efisien.
Selain soal pengaduan, ada kabar lain yang mencuri perhatian. Dalam kesempatan yang sama, Kompolnas mengungkapkan rencana mereka untuk pindah kantor. Selama ini mereka berkantor di kompleks PTIK/STIK, Jakarta Selatan. Namun, pada tahun ini, mereka bakal pindah ke Gedung Graha Santana di Jalan Warung Buncit Raya.
Anggota Kompolnas Choirul Anam mengakui, pada 2025 lalu, ada harapan dan kritik dari masyarakat terkait independensi lembaganya. “Kritik masyarakat begitu. Jadi kalau Kompolnas mau independen, bagaimana wong kantornya saja di kantor polisi,” kata Anam.
Namun begitu, Anam menegaskan bahwa keinginan untuk punya kantor sendiri sudah ada sejak awal. Tanpa desaan masyarakat pun, hal itu sudah diharapkan. “Walaupun, ya, tidak serta-merta seperti itu,” sambungnya.
Alasan praktis juga menjadi pertimbangan. “Sebenarnya sejak awal kami kepingin memang punya kantor sendiri, apalagi disini juga secara representasi jumlah seluruh staff kami sama jumlah kami ini juga tidak memenuhi, sesak gitu,” ujar Anam. Ruang yang terbatas dan kurang representatif akhirnya mendorong keputusan untuk pindah.
Dengan dua langkah ini pengaduan digital dan kantor baru Kompolnas berharap bisa lebih optimal menjalankan fungsinya di tahun 2026.
Artikel Terkait
Jasa Marga Mulai Rekonstruksi Jalan di Tol Cawang-Tomang-Pluit dan Jakarta-Tangerang pada 8-16 Juni 2026
Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel, Balas Serangan Udara di Beirut
IRGC Serang Pangkalan Udara Israel sebagai Balasan atas Gempuran di Lebanon
Presiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana yang Ditangkap Kejagung