BRI Danareksa Sebut Saham Dividen Tinggi Masih Menarik, Tapi Investor Diminta Selektif

- Senin, 08 Juni 2026 | 07:00 WIB
BRI Danareksa Sebut Saham Dividen Tinggi Masih Menarik, Tapi Investor Diminta Selektif

Di tengah tekanan pasar yang dipicu oleh pelemahan rupiah, kenaikan suku bunga, sentimen rebalancing indeks MSCI dan FTSE, serta ketidakpastian geopolitik, analis menilai saham-saham berdividen tinggi dapat menjadi pilihan menarik bagi investor. Namun, imbal hasil dividen atau dividend yield yang besar tidak selalu mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat.

Riset dari BRI Danareksa Sekuritas menekankan pentingnya selektivitas. Investor perlu mencermati keberlanjutan laba dan prospek bisnis emiten di tengah dinamika pasar saat ini. “Harga saham masih menarik, dividend yield tetap tinggi, dan beberapa emiten masih mencatatkan kinerja yang solid di kuartal I-2026,” tulis analis BRI Danareksa dalam laporan pada 5 Juni 2026.

Lembaga riset tersebut menilai momentum pasar saat ini dapat dimanfaatkan investor untuk menambah posisi pada saham yang menawarkan kombinasi dividend yield menarik dan fundamental yang sehat. Sejumlah emiten masuk dalam daftar pilihan utama karena memenuhi kriteria tersebut.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi emiten dengan estimasi dividend yield tertinggi, mencapai 12,82 persen. Daya tarik ini ditopang oleh lonjakan laba kuartal I-2026 sebesar 104,8 persen secara tahunan menjadi Rp801,8 miliar. Sementara itu, di sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menawarkan estimasi yield 12,63 persen, tertinggi di kelompoknya. Meskipun pertumbuhan laba cenderung stabil, perseroan masih mampu membukukan laba sekitar Rp13 hingga Rp14 triliun pada kuartal pertama tahun ini.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) juga masuk dalam daftar pilihan dengan estimasi yield 10,45 persen. Selain ditopang laba sekitar Rp1,77 triliun, emiten perbankan ini dinilai masih menarik dari sisi valuasi dan didukung rasio dana murah (current account saving account/CASA) yang kuat. Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menawarkan estimasi yield 8,91 persen. Bank pelat merah tersebut mencatat pertumbuhan laba 16,6 persen menjadi Rp15,4 triliun pada kuartal I-2026, sekaligus mempertahankan kualitas aset yang solid.

Di sisi lain, BRI Danareksa mencatat sejumlah saham yang masih menawarkan yield tinggi, namun rapor keuangan terkininya menunjukkan pelemahan. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) misalnya, diperkirakan membukukan yield 10,25 persen, meskipun laba kuartal I-2026 turun 16 persen menjadi USD54,5 juta. Kondisi serupa terjadi pada PT Astra International Tbk (ASII) yang mencatat penurunan laba 16 persen menjadi Rp5,85 triliun, dengan yield tercatat sebesar 8,53 persen.

Sementara itu, unit bisnis Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR), diperkirakan menawarkan yield 7,83 persen, namun laba perusahaan turun tajam menjadi sekitar Rp640 miliar. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tetap menjadi pilihan defensif dengan estimasi yield 5,22 persen, meskipun angka tersebut menjadi yang terendah dalam daftar seiring penurunan laba tahun buku 2025.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar