Gelaran Eredivisie lagi-lagi diwarnai kontroversi. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada dua pemain Timnas Indonesia: Dean James dan Nathan Tjoe-A-On. Status mereka dipertanyakan, hingga muncul tuntutan untuk mengulang beberapa pertandingan. Tapi, manajemen liga tampaknya punya pendirian lain.
Semuanya berawal dari laporan NAC Breda. Mereka baru saja dibantai 0-6 oleh Go Ahead Eagles, dan merasa ada yang tak beres. Klub itu menduga Dean James, yang tampil dalam laga tersebut, sebenarnya tak memenuhi syarat sebagai pemain lokal. Pasalnya, James disebut-sebut tak punya paspor Belanda dan kini berstatus WNI. Waduh, kalau benar begitu, tentu saja pendaftarannya bermasalah. Alhasil, NAC Breda ngotot minta pertandingan diulang.
Langkah NAC rupanya menular. TOP Oss pun ikut-ikutan protes. Mereka kalah 1-3 dari Willem II, dan mempersoalkan keabsahan Nathan Tjoe-A-On yang turun di pertandingan itu. Dua klub ini sepertinya kompak ingin mencari keadilan lewat meja hijau.
Namun begitu, pihak Eredivisie nampaknya tak bergeming. Jan de Jong, sang Direktur, dengan gamblang menyebut persoalan ini "sangat rumit".
"Ini masalah yang sangat rumit. Kapan tepatnya Anda mengubah kewarganegaraan? Jaksa untuk sepakbola profesional akan menyelidiki hal itu, dan itu bisa memakan waktu," ujar de Jong.
Ia menegaskan sikap awal liga. "Dewan kompetisi bermaksud untuk menganggap semua pertandingan yang telah dimainkan sebagai sah. Oleh karena itu, kami tidak bermaksud untuk menyatakan pertandingan yang telah dimainkan tidak sah atau untuk mengulanginya," tambahnya.
Jadi, sudah jelas. Posisi Eredivisie saat ini adalah menolak permintaan ulang laga dari NAC Breda dan TOP Oss. Tapi, ceritanya belum berakhir di sini. De Jong mengakui keputusan ini belum final seratus persen. Mereka masih menunggu hasil penyelidikan dari jaksa sepakbola profesional. Nah, nanti kalau jaksa setuju dengan sikap liga, barulah keputusan itu jadi paten. Tapi kalau tidak? Ya, polemik ini mungkin masih akan berlanjut.
Intinya, meski dua klub bersuara keras, Eredivisie lebih memilih untuk tidak membuka kotak Pandora dengan mengulang pertandingan. Mereka memilih jalan untuk mengamankan hasil yang sudah tercatat. Sekarang, tinggal menunggu kata akhir dari sang jaksa.
Artikel Terkait
Ratusan Ribu Jemaah Haji Indonesia Tuntaskan Lempar Jumrah Aqabah, Rekor Evakuasi Muzdalifah Tercipta
Polisi Bekuk Komplotan Curanmor yang Beraksi di 10 Lokasi saat Pemilik Nonton Dangdut
BMKG: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Sulsel pada Siang hingga Malam
Pemerintah Resmi Luncurkan Skema P3NK sebagai Alternatif Pembiayaan Infrastruktur di Tengah Keterbatasan Anggaran