Dia melanjutkan, "Pukul 20.33, pesawat melaporkan keadaan darurat akibat kerusakan kelistrikan dan meminta pendaratan darurat."
Sayangnya, upaya itu gagal. Pesawat yang sudah dialihkan kembali ke bandara asal itu tiba-tiba menghilang dari layar radar hanya tiga menit kemudian, tepat pukul 20.36 waktu setempat.
Operasi pencarian segera digelar. Tim dari Kementerian Dalam Negeri Turki akhirnya menemukan puing-puing pesawat yang berserakan. Lokasinya tidak jauh, hanya sekitar dua kilometer dari Desa Kesikkavak di Distrik Haymana. Pemandangan yang menyedihkan.
Duran menambahkan, ada delapan jiwa di dalam pesawat nahas itu: sang jenderal, empat anggota rombongannya, serta tiga awak kabin. Semuanya meninggal.
"Semua lembaga terkait dengan cermat melanjutkan tugas yang diperlukan," pungkas Duran, menutup pernyataannya. Sementara itu, investigasi penyebab pasti kecelakaan masih terus berjalan hingga kini.
Artikel Terkait
Jasa Marga Operasikan Japek II Selatan untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Kemenhub Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026, Imbau Masyarakat Hindari Keberangkatan Serempak
Israel Serang Fasilitas Nuklir dan Industri Iran, Korban Jiwa Berjatuhan
Arus Balik H+7, Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek