"Semoga saja, itu hanya ledakan di dekatnya dan dia terkejut karenanya," kata seorang komentator, suaranya tegang. "Audero sudah berdiri, tetapi memiliki luka bakar di kakinya."
Setelah mendapat perawatan medis, Audero bisa melanjutkan pertandingan. Dia memang tidak cedera parah, tapi terlihat jelas ada luka sayat dan bekas bakar di kaki kirinya. Pertandingan pun dilanjutkan, meski nuansa tegang masih terasa.
Cremonese, yang tertinggal, mencoba bangkit. Mereka lebih agresif menyerang di babak kedua. Tapi, pertahanan Inter yang solid dan ketenangan Yann Sommer di bawah mistar membuat semua usaha mereka berakhir sia-sia. Di sisi lain, Inter sesekali masih melancarkan serangan balik yang berbahaya, meski gol ketiga tak kunjung datang.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 untuk kemenangan Inter tak tergoyahkan. Hasil ini mengukuhkan mereka di puncak klasemen dengan koleksi 55 poin. Sementara, Cremonese harus puas bertengger di posisi 16 dengan 23 poin.
Sayangnya, cerita malam ini bukan cuma tentang dua gol dan tiga poin. Tapi juga tentang sebuah flare yang melukai, dan sebuah sportivitas yang ternoda.
Artikel Terkait
Solanke Cetak Gol Kalajengking, Spurs Paksa Manchester City Berbagi Poin
PSIS Semarang Berbenah, Alfredo Vera Dikabarkan Jadi Arsitek Baru
Penalti Gagal, Como Gagal Tundukkan Atalanta yang 10 Pemain
Drama Injury Time, Manchester United Selamatkan Tiga Poin di Old Trafford