Masih saja ada aksi nekat pemotor lawan arah di sekitar Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Fenomena ini seolah tak pernah benar-benar hilang. Padahal, polisi sudah mencoba berbagai cara untuk menghentikannya, mulai dari penjagaan rutin sampai imbauan demi keamanan berkendara.
Namun begitu, aturan seringkali diabaikan. Bagi sebagian pengendara, jalur yang salah itu dianggap jalan pintas, meski nyawa taruhannya. Makanya, tak heran polantas terus disiagakan di titik rawan tersebut. Tugas mereka jelas: menegakkan aturan sekaligus menjaga kelancaran dan keselamatan semua orang yang lewat.
Menurut sejumlah saksi, pendekatan polisi terhadap para 'pemotor salmon' ini cukup beragam. Ada yang cuma diarahkan untuk putar balik, dapat imbauan lisan, atau malah dapat surat teguran. Tapi yang terbaru, polisi mencoba cara lain: pendekatan religi. Mereka berharap sentuhan ini bisa lebih menyentuh hati para pelanggar agar mau nurut aturan.
Persoalannya, tidak semua pengendara langsung nurut. Pernah suatu ketika, kejadian di traffic light itu jadi viral di media sosial. Seorang pemotor malah memaki petugas yang menegurnya karena melawan arus.
Artikel Terkait
Guncangan di OJK: Empat Pucuk Pimpinan Serentak Mengundurkan Diri
Anggota DPR Tegaskan: Tak Ada Campur Tangan BUMN dalam Penggantian Pimpinan OJK dan BEI
Prasetyo Hadi Bantah Ada Tokoh Oposisi dalam Pertemuan Tertutup Prabowo
Wamen Sosial: Sekolah Rakyat Harus Cetak Lulusan Tangguh Hadapi Zaman