Bagi anak muda zaman sekarang, ponsel sudah seperti perpanjangan tangan. Dari bangun tidur sampai kembali ke bantal, benda itu selalu ada di genggaman. Semua bisa dilakukan lewat satu layar: belajar, ngobrol, cari hiburan, sampai eksis di media sosial. Tapi di balik semua kemudahan itu, ada satu hal yang perlahan-lahan hilang: kemampuan untuk benar-benar fokus dan hadir di kehidupan nyata.
Awalnya sih, ponsel cuma alat komunikasi. Sekarang? Fungsinya meledak. Ada media sosial, game, deretan video pendek, dan notifikasi yang tiada henti. Tanpa disadari, kita jadi terbiasa dengan multitasking yang kacau. Getar atau bunyi "ding" sekecil apa pun langsung menyambar perhatian bahkan saat lagi serius belajar, ngobrol, atau ngerjain tugas.
Ini bukan masalah sepele. Kemampuan fokus itu dasar dari berpikir mendalam, memahami persoalan, sampai ambil keputusan yang tepat. Kalau perhatian kita terus dicuri layar, proses berpikir jadi dangkal. Informasi masuk cepat, tapi cuma numpang lewat. Lama-lama, bisa-bisa muncul generasi yang gampang terdistraksi, reaktif, dan sulit menyelesaikan masalah dengan tuntas.
Dampaknya paling kentara di dunia pendidikan. Banyak siswa yang susah konsentrasi di kelas karena jari mereka refleks meraih ponsel entah cek pesan atau sekadar ngusir bosan. Akibatnya, proses belajar yang butuh ketenangan jadi setengah hati. Materi nggak nyantol, diskusi jadi hambar, tugas dikerjakan sambil mata seliweran ke notifikasi. Kalau dibiarin, ya wassalam deh sama kualitas belajar.
Di sisi lain, ranah sosial juga kena imbas. Ironisnya, alat yang dirancang untuk menyambungkan orang justru sering bikin renggang di dunia nyata. Pemandangan anak muda kumpul bareng tapi masing-masing sibuk dengan layarnya sendiri udah jadi hal biasa. Interaksi langsung berkurang, empati makin tipis, kemampuan ngobrol empat mata pun tergerus. Risikonya, mereka jadi lebih nyambung sama dunia virtual ketimbang lingkungan sekitar.
Artikel Terkait
Mobil Terbakar Hebat di Jagorawi, Lalu Lintas Malam Terkunci
Bocah dengan Laptop Pecah Ditemukan Sendirian di Sleman
Dokumen Epstein Ungkap Transaksi Properti Trump dan Kaitan dengan Pengusaha Indonesia
Balong Cigugur Berduka: Ratusan Ikan Keramat Mati Mendadak