Seorang anak di Bekasi berhasil diselamatkan polisi dari aksi penculikan yang ternyata bermotifkan cinta. Peristiwa ini terjadi di Desa Setiamekar, Tambun Selatan, dan diungkap oleh Polres Metro Bekasi. Motifnya cukup mengejutkan: pelaku rupanya ingin memaksa ibu si korban untuk kembali menjalin hubungan asmara dengannya.
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, pada Sabtu (31/1/2026), awalnya korban hanya diminta membeli gas LPG di warung dekat rumah. Tapi, setelah pergi, anak itu tak kunjung pulang.
Pencarian pun dilakukan. Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, korban terlihat bersama seorang pria yang memakai atribut mirip ojol. Tak hanya itu, polisi juga menduga pelaku membawa senjata tajam untuk mengintimidasi.
"Pelaku diduga memaksa korban ikut dengannya dengan cara menakut-nakuti korban menggunakan senjata tajam jenis belati yang disimpan di dashboard sepeda motor," jelas Budi.
Setelah mencium jejak, polisi akhirnya melakukan pengejaran. Mereka berhasil menghentikan sebuah bus antarkota jurusan Bandung-Merak di kawasan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Aksi itu membuahkan hasil.
"Selanjutnya berhasil mengamankan pelaku berinisial MAR bersama korban di dalam bus tersebut," ujar Budi.
Dari pemeriksaan, motifnya jadi jelas. Pelaku, MAR, ternyata berniat menggunakan anak itu sebagai alat tekanan. Tujuannya satu: agar sang ibu, yang diduga pernah punya hubungan dengan pelaku, mau kembali bersamanya.
Atas perbuatannya, MAR kini terancam hukuman berat. Dia dijerat Pasal 450 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman maksimalnya 12 tahun penjara, dan bisa ditambah lagi karena korbannya adalah anak di bawah umur bisa mencapai 15 tahun.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun