Generasi Layar: Saat Ponsel Menggerogoti Kemampuan Fokus Anak Muda

- Senin, 02 Februari 2026 | 02:06 WIB
Generasi Layar: Saat Ponsel Menggerogoti Kemampuan Fokus Anak Muda

Belum lagi urusan kesehatan mental. Paparan konten tanpa henti, tekanan untuk selalu responsif, plus kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial bisa picu stres dan kelelahan batin. Pikiran nggak pernah dapat jeda, fokus makin buyar, kecemasan pun merayap naik.

Tapi jangan salah, ponsel sendiri bukan musuh yang harus diusir. Persoalannya lebih ke cara kita memakainya. Di tangan yang bijak, gadget ini bisa jadi alat bantu yang produktif. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana anak muda bisa mengendalikan teknologi, bukan malah dikendalikan olehnya.

Nah, di sinilah peran keluarga, sekolah, dan komunitas jadi krusial. Orang tua perlu kasih contoh penggunaan yang sehat, bukan cuma larang-larang. Sekolah bisa bangun budaya belajar yang menekankan fokus dan interaksi langsung. Sementara itu, anak muda sendiri perlu belajar mengenali batas mengatur waktu layar, menyaring notifikasi, dan menciptakan ruang untuk benar-benar hidup di dunia nyata.

Pada ujungnya, kemampuan untuk fokus adalah keterampilan kunci yang bakal menentukan masa depan seseorang. Kalau perhatian kita terus dikangkangi oleh layar yang tak terkendali, dampaknya akan makin dalam. Mungkin sudah waktunya untuk ambil kendali kembali, letakkan ponsel sejenak, dan curahkan perhatian penuh pada hal-hal yang benar-benar punya makna.


Halaman:

Komentar