Rosan Roeslani: Ukuran Bukan Segalanya, Kualitas Pasar Modal Indonesia Harus Jadi Prioritas

- Senin, 02 Februari 2026 | 04:20 WIB
Rosan Roeslani: Ukuran Bukan Segalanya, Kualitas Pasar Modal Indonesia Harus Jadi Prioritas

Pasar modal Indonesia kini tercatat sebagai yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pertumbuhannya sangat pesat. Namun, bagi Rosan Roeslani yang menjabat sebagai Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Indonesia ukuran bukanlah segalanya. Ada hal yang jauh lebih krusial.

“Indonesia menjadi pasar modal terbesar di region ASEAN ini,” ujarnya dalam konferensi pers di BEI, Minggu (1/2/2026).

“Tapi tentunya yang paling penting adalah di tahap berikutnya: bagaimana kita memastikan pasar modal kita ini terus berkembang tapi dengan standar kualitas yang baik, yang mempunyai dampak positif.”

Menurut Rosan, fokus utama ke depan harus pada kualitas, transparansi, dan akuntabilitas. Tanpa itu, pertumbuhan yang besar bisa jadi tak berarti banyak bagi perekonomian secara menyeluruh.

Di sisi lain, ia melihat hubungan yang erat antara pasar modal yang kuat dengan masuknya investasi asing langsung. Kepercayaan investor terhadap pasar modal seringkali menjadi pintu gerbang sebelum mereka memutuskan untuk menanamkan modal jangka panjang di sebuah negara. Itu kunci utamanya.

“Karena kontribusinya terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia kurang lebih 28-29 persen dari pertumbuhan kita yang selama ini terjaga di atas 5 persen,” lanjut Rosan.

Memang, konsumsi dalam negeri masih menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan sekitar 53-54 persen. Tapi investasi tetap pilar kedua yang vital. Dan kesehatan pasar modal adalah penopangnya. Soal valuasi saham yang tinggi, Rosan tak terlalu khawatir. Asalkan terbentuk secara wajar lewat mekanisme pasar yang transparan, itu bukan masalah.


Halaman:

Komentar