Malam Minggu (25/1) di Graha Bakti Budaya, TIM, Jakarta Pusat, diramaikan oleh alunan musik yang berbeda. Bukan simfoni klasik biasa, melainkan "An Anime Symphony Re: Awakening". Jakarta Concert Orchestra, dipimpin sang konduktor Avip Priatna, membangkitkan nostalgia lewat deretan soundtrack anime yang dibawakan secara live.
Pertunjukan dibuka dengan tiga lagu sekaligus. Ada "Crescent Moon Dance" dari Hibike! Euphonium, lalu "Rose" dari NANA, dan yang langsung memecah keheningan adalah "Snow Fairy" dari Fairy Tail.
Begitu intro lagu ketiga dimainkan, ruangan yang tadinya temaram langsung berpendar. Ratusan light stick di tangan penonton mulai berayun serempak, mengikuti irama yang dibawakan vokalis Adam Salsa Novarin, Andreas Tamba, dan Leonardo Imanuel. Suasana konser pun langsung terasa.
Namun begitu, puncak euforia pertama justru datang dari penampilan para "idol". Amadea Sembiring, Freya Almashira Bunawan, Kathleen Halim, dan Mikaella Symphony tampil membawakan lagu-lagu dari anime Oshi No Ko. Layaknya grup idol sebenarnya, koreografi mereka kompak dan energik, sukses memukau penonton yang sebagian besar adalah generasi muda.
Setelah jeda, suasana malah semakin panas. Avip Priatna kembali ke panggung dengan kostum yang langsung dikenali: setelan merah dan topi jerami ala Luffy dari One Piece. Sambutannya riuh, tentu saja.
Di sisi lain, momen paling menghibur justru datang dari penampilan yang tak terduga. The Resonanz Children's Choir, atau yang akrab disapa Serunai, naik ke panggung. Puluhan anak-anak dengan polosnya langsung mencuri perhatian.
Mereka menyanyikan lagu tema Ninja Hattori. Lagu itu sukses membawa semua orang bernostalgia ke masa kecil. Belum habis tawa karena tingkah lucu mereka, giliran lagu opening Crayon Shin-chan yang menggema. Penonton pun serentak ikut menyanyi, menciptakan atmosfer yang hangat dan riang.
Farman Purnama kemudian mengambil alih panggung dengan membawakan "Wind" dari Naruto. Suaranya yang emosional seketika menggali ingatan mendalam para penggemar.
Jelang akhir acara, Avip mengajak orkestra membawakan "Memories" dari One Piece. Aransemennya syahdu, membuat banyak penonton larut dalam diam. Tapi diam itu tidak berlangsung lama.
Avip ternyata menyimpan kejutan. "Kita lanjutkan dengan... Blue Bird!" serunya. Dan lagi-lagi, seluruh gedung bergemuruh. Suara penonton menyanyi bersama jauh lebih keras daripada sound system.
Seusai "Zenzenzense" dari Kimi no Na wa yang semestinya jadi penutup, Avip dan orkestra bersiap turun. Tapi lampu panggung tidak redup. Sebaliknya, intro ikonik itu justru mengalun.
"Butterfly!" teriak seseorang dari kerumunan penonton. Dan benar, lagu tema Digimon itu pun dimainkan sebagai encore. Sorak-sorai penonton mencapai puncaknya. Malam itu ditutup dengan sebuah pesta nostalgia besar-besaran, di mana setiap nada terasa seperti pulang ke rumah.
Artikel Terkait
ESDM Mulai Uji Coba B50 di Perkeretaapian, Target Implementasi Nasional Juli 2026
Jumlah Pelaporan SPT Tahunan Tembus 12 Juta Jelang Tenggat 30 April 2026
Presiden Prabowo Setujui Pembangunan Flyover di Bekasi Timur Usai Kecelakaan Maut KA Argo Bromo Anggrek
Evakuasi Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek Rampung, 14 Tewas dan 84 Selamat dalam Tabrakan di Bekasi