Lalu, dari mana asalnya? Raffi mengaku tidak tahu-menahu. Klaimnya, mobil itu dia beli pada Juni lalu, dan lencana itu sudah ada di dalamnya sejak saat itu. Dia seolah tak punya hubungan dengan benda tersebut.
Semua berawal dari sebuah insiden di tol Lampung, Kamis (20/11) dini hari. Mobil Raffi celaka. Dalam keadaan panik, pria itu kabur dari lokasi, bahkan sempat membuang tas berisi ekstasi untuk mengaburkan bukti.
Dia memilih turun ke jurang, menyusuri perkampungan, dan mencari jalan raya. Pelariannya berlanjut lewat darat, dengan satu persinggahan di sebuah apartemen di Kalideres, Jakarta Barat.
Namun begitu, pelariannya tak berlangsung lama. Tim gabungan yang dipimpin Kombes Handik Zusen, bersama Satgas NIC pimpinan Kombes Zulkarnain Harahap dan Kombes Awaludin Amin, akhirnya menangkapnya di Jalan Raya Sangereng, Ranca Buaya, pada Minggu (23/11) dini hari. Babak baru pun dimulai.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan